Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Kelayakan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya pada Lokasi Terpilih di Maluku Papua Berdasarkan Hasil Pengujian Multi-Criteria Decision Making Najihun Ghulam Halim; Ruri Agung Wahyuono
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5859

Abstract

Ketersediaan listrik merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan daerah dan percepatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sebagai wilayah tertinggal, Maluku dan Papua mendapatkan komitmen dari Pemerintah melalui PLN untuk meningkatkan pasokan listrik. Namun, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) yang masif menimbulkan kekhawatiran terhadap lingkungan, seperti emisi udara dan limbah cair. Di sisi lain, letak Indonesia di sekitar garis khatulistiwa memberikan potensi besar bagi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi terpilih untuk pembangunan PLTS di Maluku dan Papua serta menganalisis kelayakan teknis dan ekonominya. Metode yang digunakan adalah kombinasi Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menghitung bobot kriteria dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk pemeringkatan lokasi, dilanjutkan dengan simulasi teknis menggunakan PVSyst dan perhitungan ekonomi (LCOE, NPV, ROI, IRR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Timika terpilih sebagai lokasi utama. Analisis teknis menghasilkan energi 8.525.229 kWh/tahun dengan performance ratio 80,43% (layak menurut IEC 61724). Analisis ekonomi menghasilkan LCOE Rp2.393/kWh (di bawah BPP setempat), NPV positif Rp48,43 miliar, ROI 173%, dan IRR 7,2% (dengan subsidi 23%). Implikasi penelitian ini adalah bahwa pengembangan PLTS di Timika layak secara teknis dan ekonomi, serta metode AHP-TOPSIS dapat direplikasi untuk pemilihan lokasi proyek energi terbarukan lainnya di Indonesia Timur.