Sleep quality plays an important role in maintaining cognitive function in older adults. Age-related changes often lead to sleep disturbances that may negatively affect memory, attention, and thinking ability, thereby reducing daily functioning and quality of life. This study aimed to assess sleep quality, cognitive function, and the relationship between sleep quality and cognitive function among older adults at the Husada Mandiri Elderly Health Post, Sungai Keranji Village. An analytical observational study was conducted involving older adults registered at the health post. Sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), while cognitive function was assessed using the Mini-Mental State Examination (MMSE). The relationship between variables was analyzed using the Spearman correlation test with a 95% confidence level. The findings showed that most older adults had poor sleep quality, and some experienced cognitive impairment. Most participants were aged 60–69 years, female, and had an elementary school education. Statistical analysis demonstrated a significant relationship between sleep quality and cognitive function (p<0.05). In conclusion, poor sleep quality is associated with a higher risk of cognitive impairment among older adults. Improving sleep quality may help maintain cognitive function and support better quality of life in older adults. AbstrakKualitas tidur merupakan faktor penting yang memengaruhi fungsi kognitif pada lanjut usia (lansia). Seiring bertambahnya usia, lansia rentan mengalami gangguan tidur yang dapat berdampak pada penurunan memori, perhatian, dan kemampuan berpikir, sehingga berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari serta menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kualitas tidur, tingkat fungsi kognitif, serta hubungan antara kualitas tidur dan fungsi kognitif pada lanjut usia di Posyandu Lansia Husada Mandiri Desa Sungai Keranji. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan subjek lansia yang terdaftar di posyandu tersebut. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan fungsi kognitif dinilai menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE). Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Spearman dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas lansia memiliki kualitas tidur buruk dan sebagian mengalami penurunan fungsi kognitif. Sebagian besar responden berusia 60–69 tahun (65,0%), berjenis kelamin perempuan (52,5%), dan memiliki tingkat pendidikan sekolah dasar (65%). Uji Spearman menunjukkan nilai p sebesar 0,04 (p<0,05) yang menandakan adanya hubungan signifikan antara kualitas tidur dan fungsi kognitif. penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara kualitas tidur dan fungsi kognitif pada lansia. Lansia dengan kualitas tidur buruk memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan fungsi kognitif.