University students are in a vulnerable developmental phase and often face various academic, social, and emotional pressures that may trigger aggressive behavior. This study aims to examine the relationship between self-control and peer social support with aggressive behavior among university students. The research employed a quantitative method with 117 active students in the city of Surabaya selected using accidental sampling. Data were analyzed using the non-parametric Spearman’s Rho test with the assistance of SPSS 23.0 for Windows. The results indicated that self-control had a significant negative relationship with aggressive behavior (rxy = −0.831, p = 0.000 < 0.05), meaning that higher self-control is associated with lower levels of aggressive behavior. Peer social support also showed a significant negative relationship with aggressive behavior (rxy = −0.715, p = 0.003 < 0.05), indicating that higher peer social support is associated with lower levels of aggressive behavior. The findings of this study provide a foundation for higher education institutions to design student development programs aimed at enhancing self-control and strengthening peer social support as preventive strategies to reduce aggressive behavior among university students. Mahasiswa berada pada fase perkembangan yang rentan menghadapi berbagai tekanan akademik, sosial, dan emosional yang dapat memicu munculnya perilaku agresivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dan dukungan sosial teman sebaya dengan perilaku agresivitas pada mahasiswa. Metode penelitian kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 117 mahasiswa aktif di Kota Surabaya yang diambil dengan teknik accidental sampling. Teknik analisis data menggunakan Non parametrik uji Spearman’s Rho dengan bantuan SPSS 23.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan kontrol diri menunjukkan hubungan negatif signifikan dengan perilaku agresivitas (rxy = -0,831, P=0,000<0,005). Artinya semakin tinggi kontrol diri, maka akan semakin rendah perilaku agresivitas. Pada dukungan sosial teman sebaya menunjukkan hubungan negatif signifikan dengan perilaku agresivitas (rxy = -0,715, P=0,003<0,005). Artinya semakin tinggi dukungan sosial teman sebaya, maka akan semakin rendah perilaku agresivitas. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan program pembinaan mahasiswa yang berfokus pada peningkatan kontrol diri dan penguatan dukungan sosial teman sebaya guna meminimalkan perilaku agresivitas di lingkungan kampus.