Septian Rizky Firdaus
Universitas Muhammadiyah Gresik

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Pekarangan Warga Desa Kambingan dengan Penambahan Komoditas Cabe Carolina Reaper, Pisang Cavendish, dan Cincau Hijau Rambat Putri Aisyiyah Rakhma Devi; Septian Rizky Firdaus; Adinda Salsabilla; Mutiara Mega; Muhammad Firman Alamsyah; Muhammad Fahrul Irfansyah; Javier Thoriq Muhammad; Nadira Dwi Sustikasari; Tio Dwi Prasetya; Dhurotul Fitri Sahira; Faizah Maratus Sholikha; Muhammad Dimas Agustian; Muhammad Ainul Yaqin; Ahmad Ulin Nuha; Arif Dwi Prastyo; Rahmadani Hidayatullah
Semar: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2026): Semar: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Proses Penerbitan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54732/semarjpkm.v2i1.5

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan lahan pekarangan di Desa Kambingan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, yang selama ini cenderung dibiarkan kosong atau hanya ditanami tanaman non-produktif. Padahal, pekarangan memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan tingkat rumah tangga. Pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan lahan tersebut melalui introduksi komoditas bernilai ekonomi tinggi, yaitu cabe Carolina Reaper (Capsicum chinense), pisang Cavendish (Musa acuminata 'Cavendish'), dan cincau hijau rambat (Cyclea barbata Miers). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi sesi penyuluhan teori, pelatihan budidaya teknis, pendistribusian bibit, serta pendampingan lapangan secara intensif selama tiga bulan kepada 35 kepala keluarga sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan capaian yang signifikan, di mana terdapat peningkatan skor pengetahuan peserta sebesar 78% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, seluruh peserta (100%) telah berhasil mengimplementasikan penanaman ketiga komoditas tersebut dengan tingkat keberhasilan hidup bibit mencapai 92% hingga 100%. Kegiatan ini membuktikan bahwa diversifikasi tanaman pekarangan tidak hanya efektif dalam meningkatkan ketersediaan pangan keluarga secara mandiri, tetapi juga menjadi fondasi strategis dalam membuka peluang ekonomi tambahan bagi warga desa melalui komoditas hortikultura unggulan.