This Author published in this journals
All Journal Journal of Nursing
Muhammad Makin
Unit Pelayanan Kesehatan Jiwa, RSUD dr. Loekmono Hadi, Kabupaten Kudus, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan penerapan model safewards oleh perawat dengan angka kejadian tindakan restraint Muhammad Makin
Link Journal of Nursing Vol 3 No 2 (2026): November : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/journalofnursing.v3i2.175

Abstract

Latar Belakang: Tindakan restraint mekanik masih sering digunakan sebagai intervensi terakhir untuk mengendalikan perilaku kekerasan akut di ruang psikiatri, meskipun berisiko menimbulkan trauma psikologis dan cedera fisik. Sebagai solusi humanis, Model Safewards hadir dengan 10 intervensi inti untuk memutus rantai eskalasi konflik sebelum mencapai fase krisis. Tujuan: Mengetahui hubungan penerapan model Safewards oleh perawat dengan angka kejadian tindakan restraint di Ruang Rawat Inap Psikiatri RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Metode: Penelitian kuantitatif dengan Studi kuantitatif ini memakai rancangan korelasional deskriptif melalui pendekatan (cross-sectional). Sebanyak 20 perawat pelaksana di Ruang Inap Jiwa RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus dilibatkan sebagai populasi sekaligus sampel total penelitian. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling (n = 20). Variabel independen (penerapan model Safewards) diukur menggunakan kuesioner adopsi Safewards Fidelity Checklist, sedangkan variabel dependen (angka kejadian restraint) diukur melalui audit data sekunder lembar observasi rekam medis. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Spearman Rank (α = 0,05). Hasil: Mayoritas perawat memiliki kepatuhan penerapan model Safewards dalam kategori sedang sebanyak 12 responden (60,0%), kategori rendah 5 responden (25,0%), dan kategori tinggi 3 responden (15,0%). Angka kejadian tindakan restraint mayoritas berada pada kategori rendah sebanyak 11 responden (55,0%) dan kategori tinggi sebanyak 9 responden (45,0%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0,026 (<0,05) dengan koefisien korelasi (r) sebesar -0,498. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dengan arah negatif berkuatan sedang antara penerapan model Safewards oleh perawat dengan angka kejadian tindakan restraint. Semakin optimal penerapan model Safewards oleh perawat, maka angka kejadian tindakan restraint pada pasien jiwa akan semakin rendah. Rumah sakit disarankan untuk menyusun SOP formal dan mengadakan pelatihan model Safewards secara berkala guna menekan angka tindakan restraint di ruang psikiatri.