Empati merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan berkualitas. Pasien yang menjalani terapi hemodialisis sering mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial sehingga membutuhkan dukungan emosional dari tenaga kesehatan, terutama perawat. Kemampuan empati perawat diyakini dapat meningkatkan kepuasan pasien, kepatuhan terhadap terapi, serta kemampuan adaptasi pasien terhadap penyakit kronis yang dialami.Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik empati perawat, khususnya perawat generasi Z, dalam hubungannya dengan tingkat adaptasi pasien hemodialisis berdasarkan kajian literatur ilmiah. Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap 10 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2021–2025 melalui database Google Scholar serta jurnal nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar artikel menemukan adanya hubungan antara empati perawat dengan kemampuan adaptasi pasien. Sebanyak 7 artikel melaporkan hubungan signifikan antara empati perawat dengan kepuasan atau adaptasi pasien, sedangkan 1 artikel menyatakan tidak terdapat hubungan signifikan dengan kepuasan keluarga pasien. Selain itu, 2 artikel hanya menggambarkan proses adaptasi pasien hemodialisis tanpa menganalisis hubungan dengan empati perawat. Penelitian Candra dan Dewi (2025) menunjukkan hubungan bermakna dengan nilai p = 0,010, sedangkan Nurhayati et al. (2024) memperoleh nilai p = 0,004. Meta-analisis Lieskusumastuti et al. (2023) menunjukkan empati perawat yang baik dapat meningkatkan kepuasan pasien hingga 2,56 kali lebih tinggi.Kesimpulannya, empati perawat berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan, kepuasan, dan adaptasi pasien hemodialisis.