Shelly Syawalia
Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Administrasi Kurikulum dalam Meningkatkan Efektivitas Proses Pembelajaran di Sekolah Riska Ardita; Shelly Syawalia; Siti Salamah Nasution; Suci Aulia
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/5bdg1r06

Abstract

Administrasi kurikulum merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pendidikan yang berfungsi mengelola berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kurikulum agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif, efisien, dan sistematis. Kurikulum tidak hanya berperan sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran, tetapi juga sebagai dasar dalam menentukan arah, tujuan, dan mutu pendidikan. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep administrasi kurikulum, tujuan, prosedur pelaksanaan di sekolah, serta berbagai permasalahan yang sering dihadapi dalam praktiknya. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengumpulkan, menelaah, dan menganalisis buku, jurnal ilmiah, serta berbagai referensi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa administrasi kurikulum mencakup kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi kurikulum secara berkelanjutan dan sistematis. Tujuannya meliputi pencapaian tujuan pendidikan, peningkatan efektivitas dan efisiensi pembelajaran, penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan masyarakat, peningkatan profesionalisme guru, serta terciptanya sistem pendidikan yang akuntabel. Implementasi kurikulum memerlukan kerja sama kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan pemangku kepentingan lainnya. Namun, masih terdapat berbagai tantangan, seperti keterbatasan kesiapan guru menghadapi perubahan kurikulum, kurang memadainya sarana dan prasarana, lemahnya pengelolaan administrasi pembelajaran, kurangnya koordinasi antarpihak, serta sistem evaluasi yang belum mampu menilai perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Oleh karena itu, penguatan kompetensi guru, manajemen kurikulum, fasilitas pendidikan, dan koordinasi antarpemangku kepentingan perlu terus dilakukan untuk mengoptimalkan implementasi kurikulum dan meningkatkan mutu pendidikan.