Valence Deanthony Dior
Universitas Pelita Harapan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis pertanggungjawaban hukum platform e-commerce atas penjualan barang palsu oleh penjual pihak kedua sebagai perbuatan melawan hukum Keisha Nadine Sastraatmaja; Ashila Raisya Khaliza; Valence Deanthony Dior
Cessie : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 4 No. 5 (2026): Cessie: Jurnal Ilmiah Hukum
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/cessie.v4i5.1942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban hukum platform e-commerce atas penjualan barang palsu oleh penjual pihak kedua sebagai perbuatan melawan hukum. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada maraknya peredaran barang palsu dalam transaksi elektronik yang merugikan konsumen serta melanggar hak kekayaan intelektual. Metode yuridis normatif digunakan, menggunakan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, dan bahan hukum primer dan sekunder dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbuatan, kesalahan, kerugian, dan hubungan kausal memenuhi unsur perbuatan melawan hukum berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata ketika barang palsu dijual. Karena penjual pihak kedua secara langsung melakukan pelanggaran, mereka adalah pihak utama yang bertanggung jawab. Sementara itu, platform e-commerce hanya dapat dimintai pertanggungjawaban jika terbukti tidak melakukan pengawasan atau menindaklanjuti laporan pelanggaran. Penelitian ini menemukan bahwa untuk membuat sistem perdagangan elektronik yang aman, adil, dan bertanggung jawab, peraturan harus diperkuat, pengawasan platform harus ditingkatkan, dan konsumen harus lebih sadar.
Analisis Tindak Kejahatan Siber berdasarkan UndangUndang ITE pada Putusan 616/Pid.Sus/2023/PN Jakarta Selatan Ashila Raisya Khaliza; Christabel Daniella Suhendra; Naomi Inly; Russel Dante; Serlita Ruben Pendang; Valence Deanthony Dior
Jurnal Hukum Lex Generalis Vol 7 No 7 (2026): Tema Hukum Pidana
Publisher : Himpunan Ilmu Hukum dan Ilmu Hukum Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56370/jhlg.v7i7.3494

Abstract

A case involving a public figure in Decision Number 616/Pid.Sus/2023/PN Jakarta Selatan serves as an example of law enforcement against cybercrime in Indonesia. This study aims to analyze the distribution of obscene electronic content based on the Law on Electronic Information and Transactions. The method used is normative legal research with statutory and case approaches. The analysis focuses on the elements of criminal acts, characteristics of cybercrime, and electronic evidence. The results show that such acts fulfill the elements of a criminal offense under the ITE Law and highlight the importance of legal protection for victims in the digital era.