Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROFIL RESISTENSI INSULIN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 BERDASARKAN LAMA TERDIAGNOSA Anggraeni Sih Prabandari; Ajeng Novita Sari
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v17i01.456

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a chronic hyperglycemia condition characterized by decreased insulin secretion and insulin resistance. As the disease progresses, physiological changes occur that can worsen insulin resistance and glycemic control. Therefore, it is important to understand the relationship between the duration of diagnosed diabetes and insulin resistance levels as the basis for more effective therapy management. This study aims to determine the relationship between the length of diagnosis of type 2 DM and the level of insulin resistance measured using the HOMA-IR index. The research design was observational analytics with a cross-sectional approach. Data included durations of DM (years) and fasting blood glucose levels and fasting insulin used to calculate HOMA-IR. The normality test was performed with Shapiro–Wilk, and the relationship between variables was analyzed using the Spearman correlation test. The results of the Spearman test showed a moderate and significant positive correlation between the duration of type 2 DM and insulin resistance with a correlation coefficient value (r) = 0.340 and p = 0.032 (p<0.05). This finding showed that the longer the patient suffers from type 2 DM, the higher the level of insulin resistance. Long-suffering DM plays an important role in the increase in insulin resistance, which reflects the progression of the disease.   Abstrak: Diabetes melitus tipe 2 merupakan kondisi hiperglikemia kronis yang ditandai dengan penurunan sekresi insulin dan resistensi insulin. Seiring perjalanan penyakit, terjadi perubahan fisiologis yang dapat memperburuk resistensi insulin dan kontrol glikemik. Oleh karena itu, penting untuk memahami hubungan antara lama terdiagnosa DM tipe 2 dengan tingkat resistensi insulin sebagai dasar pengelolaan terapi yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama terdiagnosa DM tipe 2 dengan tingkat resistensi insulin yang diukur menggunakan indeks HOMA-IR. Desain penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data meliputi lama terdiagnosa DM (tahun) dan kadar glukosa darah puasa serta insulin puasa yang digunakan untuk menghitung HOMA-IR. Uji normalitas dilakukan dengan Shapiro–Wilk, dan hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil uji Spearman menunjukkan adanya korelasi positif sedang dan signifikan antara lama terdiagnosa DM tipe 2 dan resistensi insulin dengan nilai koefisien korelasi (r) = 0,340 dan p = 0,032 (p<0,05). Hal ini menunjukkan semakin lama pasien menderita DM tipe 2, semakin tinggi tingkat resistensi insulinnya. Lama menderita DM berperan penting terhadap peningkatan resistensi insulin, yang mencerminkan progresivitas penyakit.
Edukasi dan Skrining Penyakit Tidak Menular pada Lansia di Posyandu Sejahtera Karanganyar Jawa Tengah Anggraeni Sih Prabandari; Ajeng Novita Sari
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ck9jbd86

Abstract

Tingginya prevalensi penyakit tidak menular (PTM)) pada lansia berkontribusi terhadap mortalitas dan morbiditas pada lansia. Edukasi PTM serta pemeriksaan indeks massa tubuh (IMT), glukosa darah, dan tekanan darah pada lansia penting dilakukan untuk mendeteksi dini faktor risiko dan mencegah komplikasi penyakit seperti hipertensi dan diabetes melitus tipe 2. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Lansia Sejahtera Karanganyar Jawa Tengah dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Edukasi disampaikan melalui ceramah dan diskusi interaktif. Pemberikan edukasi terbukti meningkatkan pengetahuan peserta, dilihat dari peningkatan nilai pre-test. Hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan sebagian besar peserta berada pada hipertensi tahap 1 dan tahap 2 dengan prevalensi 27% dan 53%, namun demikian hasil pemeriksaan glukosa darah sewaktu menunjukkan hasil normal (86,6%). IMT berlebih ditemukan pada sebagian besar lansia dengan persentase 16% overweight, 34% obesitas tingkat 1 dan 30% obesitas tingkat 2.