Dicky Alfindana
Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi STKIP PGRI Pacitan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Penanganan Mandiri Sprain Ankle pada Ekstrakurikuler PMR Disekolah Eko Budi Prasetyo; Dicky Alfindana
Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/ijst.v5i1.9853

Abstract

Cedera sprain ankle merupakan salah satu cedera muskuloskeletal yang paling sering terjadi pada remaja, khususnya siswa yang aktif dalam kegiatan olahraga di lingkungan sekolah. Kurangnya pemahaman mengenai penanganan awal cedera yang tepat dapat meningkatkan risiko komplikasi, memperlambat proses penyembuhan, serta menyebabkan ketidakstabilan sendi kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi dan praktik penanganan sprain ankle menggunakan metode TOTAPS, PRICE, dan HARM terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa PMR dan UKS. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 36 siswa PMR dan UKS yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test sebelum dan sesudah pemberian edukasi serta praktik langsung. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa yang signifikan setelah diberikan edukasi. Sebelum perlakuan, sebagian besar siswa masih memiliki pengetahuan yang terbatas terkait penanganan awal sprain ankle, sedangkan setelah edukasi sebanyak 33 siswa memperoleh nilai sempurna pada post-test. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode edukasi interaktif melalui demonstrasi, media poster, dan praktik langsung efektif meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan identifikasi dan penanganan awal cedera sprain ankle secara tepat. Dengan demikian, edukasi berbasis praktik dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan tim kesehatan sekolah terhadap penanganan cedera olahraga secara aman dan berbasis evidensi.