Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh beban kerja dan komitmen organisasi terhadap burnout karyawan pada PT Lastana Ekspress Indonesia Hub Tajurhalang. Permasalahan dalam penelitian ini berfokus pada tingginya tuntutan pekerjaan serta kondisi organisasi yang dapat memengaruhi tingkat kelelahan kerja karyawan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 66 karyawan sebagai responden penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial beban kerja tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap burnout dengan nilai signifikansi sebesar 0,093 lebih besar dari 0,05. Komitmen organisasi juga tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap burnout dengan nilai signifikansi sebesar 0,419 lebih besar dari 0,05. Namun demikian, secara simultan beban kerja dan komitmen organisasi terbukti berpengaruh signifikan terhadap burnout dengan nilai signifikansi sebesar 0,027 lebih kecil dari 0,05. Hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel beban kerja dan komitmen organisasi mampu menjelaskan burnout sebesar 10,9%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa burnout karyawan dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor organisasi dan tidak hanya disebabkan oleh satu variabel tertentu. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperhatikan pengelolaan lingkungan kerja dan kondisi psikologis karyawan untuk mengurangi potensi burnout di lingkungan kerja.