Maya Puspitasari
Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Sekolah Pascasarjana, Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya pengembangan profesional guru bahasa Inggris SMP melalui diskusi kolaboratif dengan berbantuan Padlet di kabupaten Sumedang Audi Yundayani; Maya Puspitasari; Maximus Gorky Sembiring; Dadan Dadan
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i2.327

Abstract

Pengembangan profesional guru bahasa Inggris menjadi hal yang penting. Mereka dituntut untuk mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan dalam paradigma pembelajaran dan kemudian menyesuaikan hal tersebut dengan bagaimana skenario pembelajaran harus dikembangkan. Tetapi hal ini menjadi menantang karena berbagai hal misalnya kesempatan mereka untuk mengembangkan diri yang terbatas bahkan mungkin nyaris tidak ada, tidak adanya komunitas belajar yang memadai, sulitnya mengatur pembagian waktu antara menjalankan tugas sebagai guru bahasa Inggris dan waktu untuk mengembangkan diri, serta keterbatasan akses. Kegiatan pengabdian ini ditujukan untuk mengenalkan penggunaan platform Padlet sebagai media yang dapat digunakan untuk diskusi kolaboratif antarguru bahasa Inggris sebagai upaya pengembangan professional mereka. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pemaparan materi dan praktik dengan melibatkan komunitas guru bahasa Inggris di Kabupatan Sumedang. Kegiatan pengabdian ini diinisiasi untuk dilakukan berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang terlebih dahulu dilakukan. Angket untuk mengumpulkan data digunakan untuk mengetahui respons peserta terkait dengan diskusi kolaboratif dengan berbantuan Padlet. Hasil analisis data menunjukkan bahwa mayoritas guru bahasa Inggris antusias dan tertarik untuk terlibat aktif dalam diskusi kolaboratif menggunakan Padlet yang ditujukan untuk peningkatan profesional mereka. Meskipun sebagian besar dari mereka telah memiliki pengalaman mengajar lebih dari lima tahun, tetapi mereka meyakini bahwa diskusi kolaboratif dengan berbantuan Padlet akan memberikan pengalaman belajar dan berkolaborasi yang menyenangkan. Kegiatan pengabdian ini menjadi rujukan bagi team peneliti untuk selanjutnya mengembangkan model diskusi kolaboratif berbantuan Padlet yang merefleksikan nilai-nilai inklusivitas di dalamnya. The professional development of English teachers is important. They are required to adapt to various changes in the learning paradigm and adjust the learning scenario accordingly. However, this is challenging due to various factors, such as limited or even non-existent opportunities for self-development, the absence of adequate learning communities, the difficulty of balancing time between performing duties as an English teacher and time for self-development, and limited access. This community service activity aimed to introduce the Padlet platform as a medium for collaborative discussions among English teachers as part of their professional development. This activity was carried out in the form of a material presentation and practice involving the English teacher community in Sumedang Regency. This community service activity was initiated based on the results of a prior needs analysis. A questionnaire was used to collect data on participants' responses to collaborative discussions using Padlet. The results of the data analysis showed that the majority of English teachers were enthusiastic and interested in actively participating in collaborative discussions using Padlet for their professional development. Although most of them had more than 5 years of teaching experience, they believed that collaborative discussions using Padlet would provide an enjoyable learning experience. This community service activity served as a reference for the research team to develop a model of collaborative discussion, further using Padlet that reflects the values of inclusivity.
Transformasi pembelajaran di PAUD Arjuna melalui inovasi pendidikan Maya Puspitasari; Juhana Juhana; Lidwina Sri Ardiasih; Sylvia Sylvia; Mylanita Widya Putri; Rifa Fajri Adhania
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i1.322

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di PAUD Arjuna dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas guru dan memperkuat inovasi pembelajaran melalui pemanfaatan media edukatif berbasis teknologi serta pengembangan kreativitas anak. Kegiatan PkM ini melibatkan tim dosen Universitas Terbuka (UT) bersama mitra, yaitu kepala sekolah, guru, dan siswa PAUD, dalam rangka mendorong implementasi praktik pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Selama pelaksanaan, tim PkM memberikan pendampingan berupa pelatihan serta penyediaan media ajar inovatif yang sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap strategi pembelajaran kreatif, motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan, serta kesadaran lembaga untuk terus berinovasi. Penutupan kegiatan ditandai dengan sesi foto bersama tim PkM, kepala sekolah, guru, dan siswa sebagai simbol kebersamaan dan keberlanjutan program. Secara keseluruhan, PkM ini menjadi motivasi penting bagi PAUD Arjuna untuk memperkuat kualitas lembaga, mengembangkan pembelajaran berbasis inovasi, serta meningkatkan peran aktif dalam mendukung perkembangan anak usia dini. The Community Service Program (PkM) at PAUD Arjuna in Tangerang Selatan aimed to enhance teacher competencies and foster innovative learning by integrating technology-based educational media. This strategy was designed to facilitate children's creative development. Educators from Universitas Terbuka collaborated with the principal, teachers, and students of PAUD Arjuna. The program's primary activities consisted of training and mentoring on the application of innovative teaching media specifically designed for early childhood education. The outcomes included increased understanding of creative learning strategies among educators, higher student engagement in classroom activities, and improved institutional recognition of the need for ongoing innovation. The knowledge management initiative enhanced learning quality at PAUD Arjuna and promoted the adoption of sustainable, innovation-oriented practices in early childhood education.