Eka Widia Astuti
Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Indonesia.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis kemampuan literasi Matematika siswa SMP Negri 4 Tanjungpinang dalam menyelesaikan soal AKM ditinjau dari kecemasan Matematika Dwi Wahyu Wijayanti; Eka Widia Astuti; Mira Febriani; Siti Nurfaiza; Silvia Fadillah Sahriani; Nurul Hilda Syani Putri
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i2.404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi matematika siswa SMPN 4 Tanjungpinang kelas IX dalam menyelesaikan soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) ditinjau dari tingkat kecemasan matematika. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain explanatory sequential. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas IX yang dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan meliputi angket kecemasan matematika dengan tiga faktor (kognitif, afektif, fisiologis) yang terdiri dari 18 butir pernyataan skala Likert, serta soal AKM yang mencakup konten aljabar, geometri, data dan ketidakpastian, serta bilangan pada level kognitif knowing, applying, dan reasoning. Hasil statistik deskriptif menunjukkan bahwa siswa dengan kecemasan rendah memperoleh rata-rata skor AKM sebesar 3,00 (SD=0,707), siswa dengan kecemasan sedang memperoleh rata-rata 2,73 (SD=0,883), dan siswa dengan kecemasan tinggi memperoleh rata-rata 2,67 (SD=0,577). Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data pada kategori sedang (p=0,009) dan tinggi (p=0,000) tidak berdistribusi normal, sehingga digunakan uji Kruskal-Wallis yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan kemampuan AKM antar kelompok kecemasan (H=0,725; p=0,696). Uji korelasi Spearman mengkonfirmasi tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan matematika dengan kemampuan AKM (rs=0,079; p=0,678). Analisis kualitatif terhadap jawaban lima subjek terpilih mengungkap bahwa kemampuan literasi matematika lebih dipengaruhi oleh penguasaan konten dan proses berpikir matematis daripada tingkat kecemasan semata. This study aims to analyze the mathematical literacy ability of ninth-grade students at SMPN 4 Tanjungpinang in solving Minimum Competency Assessment (AKM) problems, viewed from the perspective of mathematics anxiety. The study employed a mixed methods approach with an explanatory sequential design. The research subjects were 30 ninth-grade students selected purposively. The instruments used included a mathematics anxiety questionnaire based on Suharyadi's (2003) indicators with three factors (cognitive, affective, physiological) consisting of 18 Likert-scale items, and AKM questions covering algebra, geometry, data and uncertainty, and number content at knowing, applying, and reasoning cognitive levels. Descriptive statistical results showed that students with low anxiety obtained an average AKM score of 3.00 (SD=0.707), students with moderate anxiety obtained an average of 2.73 (SD=0.883), and students with high anxiety obtained an average of 2.67 (SD=0.577). The Shapiro-Wilk normality test showed that data in the moderate (p=0.009) and high (p=0.000) categories were not normally distributed, so the Kruskal-Wallis test was used, which showed no significant difference in AKM ability among anxiety groups (H=0.725; p=0.696). The Spearman correlation test confirmed no significant relationship between mathematics anxiety and AKM ability (rs=0.079; p=0.678). Qualitative analysis of five selected subjects' answers revealed that mathematical literacy ability is more influenced by content mastery and mathematical thinking processes than by anxiety level alone.