Perempuan memiliki peran strategis dalam mendukung ekonomi lokal, khususnya di wilayah berbasis komunitas seperti Kelurahan Lakkang, Kota Makassar, yang menyimpan potensi ekowisata dan produk lokal. Namun, keterisolasian geografis serta rendahnya literasi digital menjadi hambatan utama bagi perempuan pelaku usaha untuk memperluas akses pasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas perempuan Lakkang dalam pemasaran digital melalui pelatihan dan pendampingan yang difokuskan pada literasi digital, penggunaan media sosial, e-commerce, desain visual produk, serta pengelolaan identitas merek. Metode yang digunakan mencakup pendekatan partisipatif dengan tahapan analisis kebutuhan, pelatihan berbasis praktik, dan pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan peserta, terlihat dari kemampuan mengelola akun usaha secara mandiri, memperluas jangkauan promosi produk, serta terbentuknya jejaring usaha berbasis komunitas. Program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas individu, tetapi juga memperkuat ekosistem usaha perempuan yang adaptif dan berkelanjutan. Lebih jauh, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-5 (Kesetaraan Gender), tujuan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta tujuan ke-9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Dengan demikian, pemberdayaan perempuan melalui digitalisasi pemasaran terbukti menjadi strategi efektif dalam mendorong keberlanjutan ekonomi lokal sekaligus memperkuat posisi Lakkang sebagai destinasi wisata berbasis komunitas.