Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS SOSIOLINGUISTIK CAMPUR KODE PADA PERCAKAPAN PODCAST "UPGRADE MINDSET & HATI KAMU DENGAN CINTA LAURA" DALAM PLATFORM YOUTUBE. Meilani Meilani; Risma Artika; Fatmawati Fatmawati
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 3 (2026): JUNI
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i3.2364

Abstract

Penelitian ini berakar dari kemajuan dunia digital, terkhusus pada podcast yang ada di YouTube, yang mendorong orang untuk menggunakan lebih dari satu bahasa dalam interaksi sehari-hari. Fenomena penggunaan dua bahasa sekaligus menjadi subjek yang menarik dalam sosiolinguistik karena terkait dengan kemampuan bilingual dan budaya komunikasi kontemporer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendalami bentuk-bentuk penggunaan campur kode dalam podcast Upgrade Mindset & Hati Kamu bersama Cinta Laura di platform YouTube, menganalisis penyebabnya, serta menggali fungsi dari penggunaannya dalam konteks komunikasi digital. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan dari sosiolinguistik. Data yang diperoleh berupa ungkapan yang mengandung campur kode dalam podcast tersebut, yang kemudian dianalisis melalui tahapan pengurangan data, presentasi data, dan penarikan kesimpulan. Temuan dari penelitian mengungkapkan adanya tiga variasi campur kode, yaitu campur kode internal, campur kode eksternal, dan campur kode yang merupakan kombinasi. Jenis yang paling sering ditemui adalah campur kode eksternal yang meliputi penyisipan kosakata bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia. Pemakaian campur kode ini dipengaruhi oleh kebiasaan bilingual dari para penutur, pengaruh dari media digital, dan juga kebutuhan untuk mengekspresikan emosi serta membangun citra modern. Penelitian ini memberikan sumbangan signifikan bagi kajian sosiolinguistik, terutama mengenai campur kode dalam komunikasi digital dan media audiovisual di kalangan anak muda.
ANALISIS TINDAK TUTUR KOMISIF DAN DIREKTIF DALAM PIDATO PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO PADA PERINGATAN NUZULUL QURAN 1447 H Meilani Meilani; Alber Alber
JURNAL SELAKSA MAKNA Vol. 2 No. 3 (2026): JURNAL SELAKSA MAKNA
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA LAMPUNG, FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/selaksamakna.v2i3.2126

Abstract

This study is motivated by the importance of analyzing speech acts in public communication, particularly state addresses as a means of conveying messages, exerting influence, and strengthening the relationship between leaders and the public. The subject of this study is President Prabowo Subianto’s speech at the Nuzulul Quran Commemoration 1447 H, which is rich in persuasive, religious, and moral discourse. This descriptive qualitative study aims to describe the forms and functions of directive and commissive speech acts in the speech. Data consisting of the president’s remarks uploaded to YouTube were collected through the listen-and-record technique and then analyzed using an interactive analysis model. The results indicate the dominance of two types of speech acts: directive (8 instances), which include requesting, inviting, commanding, advising, and prohibiting (with the function of inviting being the most dominant); and commissive (4 instances), which include committing, promising, and guaranteeing. The dominance of directive speech acts is oriented toward fostering collective awareness and encouraging public participation, while commissive speech acts serve to strengthen public trust in the government’s commitments. The use of these two types of speech acts has proven to be an effective communication strategy for conveying moral messages, fostering optimism, and reinforcing the legitimacy of national leadership. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kajian tindak tutur dalam komunikasi publik, khususnya pidato kenegaraan sebagai sarana penyampaian pesan, pembentukan pengaruh, dan penguatan hubungan antara pemimpin dan masyarakat. Objek penelitian ini adalah pidato Presiden Prabowo Subianto pada Peringatan Nuzulul Quran 1447 H yang kaya akan tuturan persuasif, religius, dan moral. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan mendeskripsikan bentuk serta fungsi tindak tutur direktif dan komisif dalam pidato tersebut. Data berupa tuturan presiden yang diunggah di platform YouTube dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, lalu dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya dominasi dua jenis tindak tutur: direktif (8 data) yang meliputi bentuk meminta, mengajak, memerintah, menasihati, dan melarang (dengan fungsi mengajak paling dominan); serta komisif (4 data) yang meliputi bentuk berkomitmen, berjanji, dan menjamin. Dominasi tindak tutur direktif berorientasi pada pembentukan kesadaran kolektif dan dorongan partisipasi publik, sedangkan tindak tutur komisif berfungsi memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemerintah. Penggunaan kedua tindak tutur ini terbukti menjadi strategi komunikasi efektif untuk menyampaikan pesan moral, memupuk optimisme, serta memperkokoh legitimasi kepemimpinan nasional.