This Author published in this journals
All Journal LOKAKARYA
Muhkhamad Taufiq
UIN Raden Mas Said Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model Pendidikan Berkelanjutan Berbasis Pesantren dalam Penguatan Kompetensi Abad ke-21 Muhkhamad Taufiq; Supriyanto Supriyanto
LOKAKARYA Vol 5, No 1 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/lokakarya.v5i1.5453

Abstract

Pendidikan berkelanjutan menjadi isu strategis pada abad ke-21 akibat perkembangan teknologi, transformasi sosial, dan tuntutan kompetensi global yang semakin kompleks. Pondok pesantren dituntut untuk tetap mempertahankan nilai dan tradisi keislaman sekaligus mampu beradaptasi dengan tantangan pendidikan modern dan globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan berkelanjutan di Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin dalam penguatan kompetensi abad ke-21 santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner terbatas, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berkelanjutan di Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin dilaksanakan melalui integrasi antara tradisi pendidikan pesantren dan pendekatan pembelajaran modern. Pesantren tetap mempertahankan kajian kitab kuning, talaqqi, pembentukan akhlak, dan budaya keagamaan sebagai fondasi pendidikan, sekaligus mengembangkan literasi digital, pelatihan kepemimpinan, pembelajaran kolaboratif, kewirausahaan, dan keterampilan komunikasi santri. Implementasi pendidikan berkelanjutan memberikan dampak positif terhadap penguatan kreativitas, kolaborasi, kemandirian, dan kemampuan adaptif santri. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan kompetensi guru dalam pembelajaran digital, pemanfaatan teknologi yang belum optimal, serta belum terintegrasinya kurikulum secara sistematis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan berkelanjutan berbasis pesantren memiliki potensi besar dalam membentuk santri yang religius, adaptif, dan kompetitif tanpa meninggalkan identitas keislaman dan tradisi pesantren dalam menghadapi tantangan abad ke-21.