Anisa Rahmadhea Nasti
Politeknik Arutala Johana Hendarto

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Menelan Cairan pada Disfagia Faringeal dengan Disartria Sapstis melalui Modification Of Patient’s Posture Amelia Sari; Dudung Abdurrachman; Anisa Rahmadhea Nasti
Jurnal Terapi Wicara Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Terapi Wicara (JAWARA)
Publisher : Politeknik Arutala Johana Hendarto [d.h. Akademi Terapi Wicara]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59898/jawara.v4i1.64

Abstract

Latar belakang: Disfagia merupakan gangguan menelan yang sering terjadi pada pasien yang mengalami gangguan neurologis, salah satunya disartria spastis yang disebabkan oleh stroke. Kondisi ini dapat meningkatkan kemungkinan aspirasi, terutama ketika mengkonsumsi cairan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif metode modification of patient’s posture untuk meningkatkan kemampuan menelan yang lebih baik dan mengurangi aspirasi pada disfagia fase faringeal. Metode: Metode yang digunakan adalah studi kasus pada satu pasien perempuan berusia 72 tahun dengan riwayat stroke berulang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan tes klinis seperti TADIR, TEDYVA, serta tes menelan dengan variasi volume cairan. Intervensi dilakukan menggunakan teknik modification of patient’s posture, khususnya chin-down posture, selama 10 sesi terapi (45 menit, 3x/minggu) dengan stopwatch untuk mengukur durasi menelan. Teknik yang digunakan adalah Chin-down posture, Head rotation toward the weaker side, kombinasi Chin-down and head rotation, Head tilt posture. Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menelan cairan, ditandai dengan berkurangnya frekuensi tersedak dan waktu menelan yang lebih singkat pada volume 3 ml. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode modification of patient’s posture efektif membantu meningkatkan kemampuan menelan cairan pada pasien disfagia fase faringeal, meskipun hasil yang diperoleh masih dipengaruhi oleh faktor usia dan kondisi neurologis pasien.