Fikram Masliandi Anggana
Politeknik Arutala Johana Hendarto

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Masako Manuver Untuk Meningkatkan Kemampuan Menelan Pasien Disfagia Usia 64 Tahun: Kasus Tunggal Junaeni; Nining Lestari; Fikram Masliandi Anggana
Jurnal Terapi Wicara Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Terapi Wicara (JAWARA)
Publisher : Politeknik Arutala Johana Hendarto [d.h. Akademi Terapi Wicara]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59898/jawara.v4i1.67

Abstract

Latar belakang: Gangguan menelan bisa terjadi pada orang yang mengalami Limfoma Non-Hodgkin, pengobatan medis yang dilakukan dengan kemoterapi atau radiasi mengakibatkan keringnya air liur (saliva). Mengalami kesulitan untuk menekan bolus menuju fase faringeal. Akibatnya adanya kesulitan untuk mengunyah dan menelan makanan serta mudah tersedak bila makan dalam bentuk solid (biscuit, nasi), makanan dalam bentuk liquid dan semi liquid lebih mudah ditelan dan tidak mengalami tersedak. Terbatasnya makanan yang masuk mengakibatkan asupan makanan kurang memadai mengakibatkan kurang gizi untuk meneruskan kelangsungan hidupnya. Serta makin banyaknya yang menderita gangguan menelan (Disfagi). Tujuan: Penelitian ini bertujuan efektivitas Masako Manuever dalam meningkatkan kemampuan reflek menelan saliva selama 2 detik dengan 3 kali kesempatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain ekperimen studi kasus tunggal dengan pola single-subject research. Subjek penelitian seorang perempuan usia 64 tahun pasca kemoterapi dan radiasi Limpoma Non-Hodgkin dengan gangguan menelan. Tahap A1(pretes) digunakan untuk mencatat kemampuan menelan saliva selama 2 detik dengan 3 kali kesempatan sebelum intervensi. Tahap B (intervensi) menggunakan Masako Manuever melalui 10 sesi terapi yang terstruktur, dan Tahap A2 (Posttes) dilakukan dengan menghentikan sementara intervensi untuk mengevaluasi perubahan kemampuan kemampuan menelan. Data dikumpulkan secara kuantitatif berupa persentase akurasi kemampuan menelan saliva sesuai target. Hasil: Hasil penelitian didapat adanya peningkatan untuk reflek menelan sebanyak 2 poin setelah dilakukan intervensi sebanyak 10 sesi terapi. Kesimpulan: Temuan ini cukup membuktikan bahwa Masako Manuever cukup efektif digunakan dalam menangani dan menjadi strategi dalam menangani gangguan menelan fase faringeal paska kemoterapi dan radiasi.