UMKM Tempe Fadli merupakan usaha yang bergerak di bidang produksi tempe. Dalam proses produksinya masih ditemukan beberapa jenis cacat produk yang menyebabkan kualitas tempe tidak sesuai dengan standar yang diharapkan. Cacat yang sering terjadi meliputi tempe tidak padat, warna tidak merata, dan tekstur mudah hancur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya cacat produk tempe serta merancang prototype alat peniris kacang kedelai untuk mengurangi cacat produk pada UMKM Tempe Fadli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Pada tahap Define dilakukan identifikasi jenis cacat menggunakan SIPOC, Critical To Quality (CTQ), dan Diagram Pareto. Tahap Measure dilakukan menggunakan P-Chart dan perhitungan Defect Per Million Opportunities (DPMO). Tahap Analyze menggunakan Fishbone Diagram untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah. Tahap Improve dilakukan dengan metode 5W+1H dan perancangan prototype alat peniris kacang kedelai. Tahap Control dilakukan menggunakan User Acceptance Test (UAT) untuk mengetahui tingkat penerimaan pengguna terhadap prototype. Hasil penelitian menunjukkan selama pengamatan diperoleh total produksi sebanyak 12.000 unit dengan jumlah cacat sebesar 720 unit atau 6% dari total produksi. Jenis cacat dominan adalah tempe tidak padat sebanyak 320 unit (44,44%), warna tidak merata sebanyak 250 unit (34,72%), dan tekstur mudah hancur sebanyak 150 unit (20,84%). Hasil pengukuran menunjukkan nilai rata-rata DPMO sebesar 20.000 dengan tingkat sigma sebesar 3,54. Berdasarkan hasil analisis, penyebab utama cacat produk adalah tingginya kadar air kacang kedelai akibat proses penirisan yang belum optimal. Sebagai usulan perbaikan dirancang prototype alat peniris kacang kedelai berbahan stainless steel yang berfungsi mengurangi kadar air sebelum proses fermentasi. Hasil User Acceptance Test (UAT) menunjukkan tingkat penerimaan pengguna sebesar 92,5%, sehingga prototype alat dinyatakan sangat baik dan layak diterapkan pada proses produksi tempe.