Jonsa Manullang Manullang
Sekolah Tinggi Teologi Galilea Indonesia Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENEMUKAN KEMBALI KASIH YANG SEMULA: PESAN PROFETIK KRISTUS KEPADA GEREJA MASA KINI DALAM TERANG WAHYU 2:1–7 Jonsa Manullang Manullang
Jurnal Teologi Biblika Vol 10 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : STT BIBLIKA JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48125/jtb.v10i2.347

Abstract

Gereja pada era kontemporer menghadapi tantangan serius berupa kemerosotan spiritual di tengah meningkatnya aktivitas pelayanan, penguatan organisasi gerejawi, dan kemajuan liturgi yang tampak berhasil secara institusional. Kondisi tersebut menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara ortodoksi, pelayanan, dan relasi kasih kepada Kristus sebagai pusat spiritualitas gereja. Teguran Kristus kepada jemaat Efesus dalam Wahyu 2:1–7 menjadi refleksi teologis penting karena gereja dipuji atas ketekunan dan kemurnian ajarannya, tetapi dikritik karena meninggalkan kasih yang semula. Fenomena gereja masa kini memperlihatkan meningkatnya pelayanan yang bersifat formalistis, pragmatis, dan performatif sehingga menimbulkan kekeringan rohani, spiritual burnout, serta menurunnya keintiman dengan Kristus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna teologis kasih mula-mula dalam Wahyu 2:1–7 serta relevansi pesan profetik Kristus bagi gereja kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan hermeneutika dan eksegesis terhadap teks Wahyu 2:1–7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasih mula-mula merupakan inti spiritualitas gereja yang menjadi dasar seluruh pelayanan Kristen. Kehilangan kasih mula-mula menyebabkan pelayanan berubah menjadi aktivitas religius tanpa kehidupan rohani yang autentik. Oleh sebab itu, gereja masa kini dipanggil untuk kembali membangun relasi intim dengan Kristus agar pelayanan tetap berakar pada kasih, kesetiaan, dan spiritualitas yang hidup.