Rendahnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak usia dini di Indonesia menjadi isu krusial, meskipun ajaran Islam telah memberikan panduan komprehensif mengenai peran ayah sebagai pendidik utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola asuh ayah dalam perspektif Pendidikan Islam serta implikasinya terhadap regulasi emosi anak usia dini melalui pendekatan systematic literature review. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur secara sistematis pada Google Scholar dengan rentang tahun 2017–2026, dengan total 25 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan metode content analysis dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif Pendidikan Islam, ayah berperan sebagai pemimpin (ra’i), teladan (uswah hasanah), dan pendidik adab (mu’addib). Keterlibatan ayah terbagi menjadi tiga tipe, yaitu delegasi, partisipasi, dan kolaborasi, di mana keterlibatan langsung (engagement) terbukti memiliki pengaruh paling signifikan terhadap kemampuan regulasi emosi anak. Nilai-nilai Islam seperti kesabaran, syukur, pengendalian diri, dan komunikasi yang lembut menjadi fondasi utama dalam pembentukan regulasi emosi anak usia dini. Penelitian ini juga menemukan adanya kesenjangan antara konsep ideal dalam ajaran Islam dan praktik pengasuhan di masyarakat yang masih dipengaruhi oleh budaya patriarki serta rendahnya keterlibatan emosional ayah. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi antara perspektif Pendidikan Islam dan temuan empiris terkait keterlibatan ayah dalam membentuk regulasi emosi anak usia dini secara sistematis dan komprehensif.