Alviah, Iin
Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KESANTUNAN BERBAHASA DALAM TUTURAN NOVEL PARA PRIYAYI KARYA UMAR KAYAM Alviah, Iin
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2014): November 2014
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.515 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini meliputi tiga hal: (1) mendeskripsi dan mengidentifikasi tuturan yang muncul dalam novel Para Priyayi karya Umar Kayam; (2) mendeskripsi karakteristik tuturan dalam Para Priyayi karya Umar Kayam guna mewujudkan kesantunan berbahasa; (3) mendeskripsi dan menelaah strategi penutur dalam mewujudkan kesantunan berbahasa yang terdapat dalam Para Priyayi karya Umar Kayam. Pendekatan penelitian yang dipakai adalah pendekatan pragmatik, yakni mempelajari strategi-strategi yang ditempuh penutur dalam mengomunikasikan maksud pertuturannya. Metode analisis yang dipakai adalah metode kontekstual, yakni analisis yang mendasarkan, memperhitungkan, dan mengaitkan bahasa dengan identitas-identitas konteks penggunaannya. Simpulan penelitian ini mencakup tiga hal. Pertama, tindak tutur dalam novel Para Priyayi karya Umar Kayam terdiri atas  tindak tutur yang terbagi dalam lima kelompok tindak ilokusi, yakni representatif, direktif, komisif, ekspresif, dan isbati.The aim of this study include three things: (1) describe and identify utterances that appeared in the novel The Priyayi by Umar Kayam; (2) describe the characteristics of speech in the Priyayi by Umar Kayam to realize politeness; (3) describe and examine strategies to realize politeness speakers contained in the Priyayi by Umar Kayam. The research approach used is a pragmatic approach, ie learn the strategies pursued by the speaker in communicating intent pertuturannya. The analytical method used is the method of contextual, which bases its analysis, taking into account, and associate the language with its use context identities. The conclusions of this study include three things. First, speech acts in the novel The Priyayi by Umar Kayam consists of speech acts that are divided into five groups of illocutionary acts, the representative, directive, commissive, expressive, and isbati.