Perkembangan infrastruktur perkotaan semakin banyak menggunakan material kedap air seperti beton konvensional dan aspal yang dapat mengurangi infiltrasi air secara alami serta meningkatkan limpasan permukaan dan risiko banjir. Beton berpori (pervious concrete) menjadi salah satu alternatif karena memiliki struktur rongga yang saling terhubung sehingga memungkinkan air meresap melalui permukaan perkerasan. Namun, tingginya kadar rongga yang memberikan sifat permeabilitas sering kali menyebabkan penurunan kekuatan mekanis beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan limbah plastik high-density polyethylene (HDPE) daur ulang pada campuran beton berpori terhadap kuat tekan dan permeabilitas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan empat variasi campuran, yaitu campuran kontrol tanpa HDPE serta campuran dengan penambahan HDPE sebesar 1%, 1,5%, dan 2% dari berat agregat. Benda uji berbentuk silinder dibuat dan dirawat dalam kondisi terkontrol. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7 dan 14 hari menggunakan mesin uji tekan, sedangkan pengujian permeabilitas dilakukan untuk mengukur kemampuan infiltrasi air pada beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan HDPE mempengaruhi sifat mekanis dan hidrolik beton berpori. Kuat tekan tertinggi diperoleh pada campuran dengan penambahan HDPE sebesar 1,5%, yaitu sebesar 18,14 MPa pada umur 14 hari. Peningkatan kadar HDPE di atas nilai tersebut menyebabkan penurunan kuat tekan yang diduga akibat lemahnya ikatan antara partikel plastik dan pasta semen. Hasil pengujian permeabilitas menunjukkan bahwa campuran tanpa HDPE memiliki nilai permeabilitas tertinggi sebesar 0,058 cm/s, sedangkan nilai permeabilitas menurun seiring meningkatnya kadar HDPE. Meskipun demikian, seluruh variasi campuran masih memenuhi kebutuhan permeabilitas untuk aplikasi perkerasan berpori. Secara keseluruhan, limbah plastik HDPE berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pada beton berpori untuk meningkatkan kuat tekan dengan tetap mempertahankan kemampuan permeabilitas yang memadai. Campuran optimum diperoleh pada penambahan HDPE sebesar 1,5% karena memberikan keseimbangan terbaik antara kuat tekan dan kemampuan infiltrasi air.