Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Minat Pekebun Kelapa Sawit dalam Adaptasi Perubahan Iklim untuk Mencapai SDGs 13 di Kecamatan Galang Anggi Apriliani; Adelia Zannah
JURNAL TRITON Vol 17 No 1 (2026): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v17i1.1661

Abstract

Perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu sektor yang menjadi penyebab perubahan iklim sekaligus menjadi korban akibat perubahan iklim. Perubahan iklim juga menjadi salah satu isu global yang memengaruhi kegiatan perkebunan karena memengaruhi hasil kelapa sawit di daerah tropis dan sub tropis terdiri dari dua faktor yang penting yakni ketersediaan air dan suhu serta emisi gas rumah kaca yang telah mengubah iklim global secara signifikan, dan akan terus berlanjut di masa depan. Pengkajian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat minat pekebun kelapa sawit dalam adaptasi perubahan iklim untuk mencapai SDG 13 dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pekebun kelapa sawit dalam adaptasi perubahan iklim untuk mencapai SDG 13. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang pada Maret 2025 sampai dengan Mei 2025. Metode yang digunakan dalam pengkajian ini adalah metode deskriptif pendekatan kuantitatif. penelitian ini menggunakan kuesioner dan wawancara terhadap 30 pekebun kelapa sawit. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive. Teknik analisis menggunakan korelasi spearman dengan software SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat pekebun kelapa sawit dalam adaptasi perubahan iklim sebesar 27,83 persen, sedangkan pada aspek minat pengelolaan air 25,09%, minat pengelolaan tanah 23,76%, dan minat pengelolaan tanaman 34,63%. Analisis korelasi Spearman menunjukkan bahwa pengetahuan dan akses informasi memiliki hubungan yang signifikan dan positif terhadap minat pekebun, sedangkan faktor lingkungan sosial tidak berpengaruh signifikan.
The Efectiveness Of The Land optimisation Programme For Enhancing Food Security (SDG 2) in The Village of Kepala Sungai ANGGI APRILIANI
Journal of Saintech Transfer Vol. 9 No. 1 (2026): Publication In Press
Publisher : Talenta Publisher Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jst.v9i1.25445

Abstract

Food security is a crucial issue currently facing Indonesia and is a goal in sustainable development, namely SDG 2. The Ministry of Agriculture launched the Land Optimization Program (OPLAH) to maintain food sovereignty and fulfill SDG 2. This program aims to increase agricultural land productivity to achieve food sovereignty in Indonesia. This study aims to analyze the implementation of the OPLAH program and analyze the supporting and inhibiting factors. The location of this research was conducted in Kepala Sungai Village, Secanggang District with purposive because this village is one of the recipients of the OPLAH Program. This research employed a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques included focus group discussions (FGDs) and interviews with extension workers, the head of the farmer's group (Gapoktan), and the head of groups participating in the OPLAH program in Kepala Sungai Village. The results showed that the OPLAH Program was able to help farmers in improving land and increasing productivity. Supporting factors, consisting of the use of digital technology through WhatsApp groups as a tool for disseminating information in program implementation, the role of extension workers as information disseminators, facilitators, and evaluators, the role of the Gapoktan head as a communicator and motivator. Furthermore, inhibiting factors include the age of the majority of farmers, who are approaching unproductive age, resulting in limited access to information and assistance with poor-quality seeds, resulting in suboptimal cultivation.