p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AGROSCIENCE Agrita
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH BOKASHI KOTORAN SAPI DAN ASAM HUMAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (LACTUCA SATIVA L.) Karen Dastian Alfin; Melissa Syamsiah; Angga Adriana Imansyah
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 15 No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v15i2.5877

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) merupakan sayuran daun bernilai ekonomi tinggi yang permintaannya terus meningkat. Peningkatan permintaan ini perlu diimbangi dengan teknologi budidaya yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil selada, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bokashi kotoran sapi, asam humat, serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis bokashi kotoran sapi (A) yang terdiri atas empat taraf: A0 (0 g/abdillahpolybag), A1 (90 g/polybag), A2 (180 g/polybag), dan A3 (270 g/polybag). Faktor kedua adalah asam humat (B) dengan lima taraf: B0 (0 g/L), B1 (0,25 g/L), B2 (0,5 g/L), B3 (0,75 g/L), dan B4 (1 g/L), yang diberikan melalui penyiraman (200 mL larutan per polybag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bokashi kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah, dan lebar daun selada. Dosis 180 g/polybag (A2) memberikan hasil terbaik dengan rata-rata tinggi tanaman 22,92 cm dan lebar daun 16,89 cm pada umur 35 HST, serta bobot basah 82,47 g per tanaman. Asam humat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun dengan hasil terbaik pada dosis 0,25 g/L (B1), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap bobot basah, panjang akar, dan lebar daun. Kombinasi bokashi dan asam humat menunjukkan interaksi positif terhadap tinggi tanaman, dengan kombinasi A2B2 (180 g bokashi + 0,5 g/L asam humat) menghasilkan tinggi tanaman terbaik pada awal fase pertumbuhan, namun tidak memberikan interaksi nyata terhadap bobot basah, panjang akar, dan lebar daun.
EFEKTIVITAS MANAJEMEN PERUBAHAN DIGITAL PADA ORGANISASI PROGRAM STUDI BIDANG PERTANIAN: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Melissa Syamsiah; Purwanto
JURNAL AGRITA Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital di pendidikan tinggi menuntut perubahan pada proses akademik,administrasi, dan tata kelola. Walaupun teknologi digital membuka peluang peningkatanmutu layanan dan pengambilan keputusan berbasis data, keberhasilan transformasi seringberbeda antar institusi karena variasi kemampuan mengelola perubahan, kesiapan sumberdaya manusia, dan dukungan tata kelola. Tinjauan literatur sistematis ini menyintesis buktimengenai faktor penentu, mekanisme penjelas, dan kondisi batas yang memengaruhiefektivitas manajemen perubahan digital pada unit akademik, dengan penekanan padarelevansi bagi organisasi program studi bidang pertanian. Seleksi studi mengikuti alurPRISMA dan menghasilkan 34 studi yang diinklusi dalam sintesis. Hasil sintesismenegaskan dominasi tema kerangka manajemen perubahan, dukungan kepemimpinandan komunikasi, penguatan kompetensi dan budaya digital, serta kesiapan perubahanorganisasi, khususnya pada implementasi Learning Management System dan inisiatifberbasis data. Namun, kajian yang secara eksplisit memusat pada program studi pertaniansebagai unit analisis masih terbatas. Agenda riset yang disarankan adalah pengujian modelmekanistik pada level program studi, misalnya hubungan kepemimpinan dan komunikasiperubahan dengan pembelajaran organisasi, pengelolaan pengetahuan, kesiapanperubahan, dan keberhasilan implementasi digital.