Farrah Pradwita Rivana
Universitas Ibnu Sina

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Komunikasi dari Mulut ke Mulut, Kepercayaan Merek, dan Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian Filter Air di Toko B-Pure Batam Farrah Pradwita Rivana; Hendri Herman; Hutri Agus Romi
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v4i2.1721

Abstract

Meningkatnya kekhawatiran terhadap kualitas air di rumah tangga telah mendorong konsumen untuk mencari produk penyaringan yang andal, sehingga keputusan pembelian semakin bergantung pada rekomendasi dari mulut ke mulut, kredibilitas merek, dan persepsi kinerja produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh rekomendasi dari mulut ke mulut, kepercayaan terhadap merek, dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian filter air di B-Pure Batam. Desain penelitian yang digunakan adalah survei eksplanatori kuantitatif. Populasi terdiri dari 260 pelanggan yang membeli filter air selama tahun 2025, dari mana 72 responden dipilih menggunakan rumus Slovin dan teknik sampling acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur menggunakan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, serta regresi linier berganda.Temuan menunjukkan bahwa promosi dari mulut ke mulut memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (β = 0,278; p = 0,002), sementara kualitas produk merupakan prediktor terkuat (β = 0,614; p < 0,001). Sebaliknya, kepercayaan terhadap merek tidak memiliki pengaruh parsial yang signifikan (β = 0,049; p = 0,629). Secara bersamaan, ketiga variabel tersebut secara signifikan mempengaruhi keputusan pembelian (F = 18,181; p < 0,001) dengan daya penjelas sebesar 44,5%. Studi ini menyimpulkan bahwa konsumen memprioritaskan kinerja produk langsung dan rekomendasi yang dipercaya daripada persepsi merek simbolis. Secara praktis, perusahaan sebaiknya memperkuat testimoni pelanggan, menjaga konsistensi produk, dan meningkatkan kepercayaan melalui layanan purna jual yang transparan serta sertifikasi.