Jelita Juniarti
Universitas Tidar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kinerja Keuangan pada Bank Syariah di Indonesia Berdasarkan Rasio Profitabilitas Yulia Nuraeni Suci; Jelita Juniarti
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v4i2.1760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja keuangan bank syariah di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021–2025 dengan menggunakan rasio profitabilitas, yaitu Return on Assets (RoA)dan Return on Equity (RoE). Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dari empat bank syariah, yaitu PT Bank Syariah Indonesia Tbk, PT Bank BTPN Syariah Tbk, PT Bank Aladin Syariah Tbk, dan PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan bank syariah di Indonesia memiliki variasi yang cukup signifikan. PT Bank Syariah Indonesia Tbk menunjukkan kinerja yang stabil dan cenderung meningkat, sedangkan PT Bank BTPN Syariah Tbk memiliki tingkat profitabilitas tertinggi meskipun mengalami tren penurunan. Di sisi lain, PT Bank Aladin Syariah Tbk dan PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk menunjukkan kinerja yang fluktuatif dengan nilai profitabilitas yang sempat negatif, meskipun terdapat indikasi perbaikan pada akhir periode penelitian. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan bank syariah tidak hanya dipengaruhi oleh ukuran aset, tetapi juga oleh efektivitas pengelolaan sumber daya, model bisnis, serta strategi yang diterapkan. Rasio RoA dan RoE terbukti menjadi indikator penting dalam menilai kemampuan bank dalam menghasilkan laba dan menjaga keberlangsungan usaha.
Islamic Finance And Environmental Sustainability: A Systematic Review On Green Sukuk And Esg In Sharia Economics Jelita Juniarti
SHACRAL: Shari'ah Economics Review Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Februari
Publisher : PT. Samudra Solusi Profesional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The accelerating global transition toward low-carbon development has intensified demand for sustainable finance instruments aligned with both ethical principles and environmental objectives. Green sukuk, as a Sharia-compliant fixed-income instrument whose proceeds are designated for environmentally beneficial projects, has emerged as a critical innovation at the intersection of Islamic finance and the green finance movement. Concurrently, the integration of environmental, social, and governance (ESG) criteria into Islamic investment frameworks has generated significant academic and regulatory interest. Despite this growing attention, the scholarly literature on green sukuk and ESG within Islamic finance remains fragmented, spanning regulatory studies, market analyses, and conceptual discussions without a comprehensive synthesis. This study conducts a systematic literature review (SLR) of 54 peer-reviewed studies and institutional reports published between 2015 and 2024, examining the development, structure, regulatory frameworks, environmental impacts, and market challenges of green sukuk and ESG integration in Sharia economics. Employing qualitative thematic analysis, five major themes are identified: the structural and Sharia compliance dimensions of green sukuk; the integration of ESG criteria within Islamic finance screening frameworks; regulatory and governance architectures; environmental impact measurement and climate finance contributions; and market development challenges including standardization, liquidity, and investor awareness. Findings indicate that green sukuk and ESG-aligned Islamic finance demonstrate strong compatibility with both Maqashid al-Shariah and sustainable development objectives, while significant institutional and market barriers constrain their full potential. The study contributes a structured conceptual foundation for future empirical research and provides policy recommendations for policymakers, regulators, and Islamic financial institutions seeking to advance the environmental dimension of sustainable finance.