Retno Saptoningrum
Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Current Ratio (CR), Long-Term Debt to Equity Ratio (LTDER), Inventory Turnover (ITO), dan Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Pertumbuhan Laba: (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sub-Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia) Retno Saptoningrum; Dian Essa Nugrahini
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v4i2.1836

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fluktuasi pertumbuhan laba pada perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode pasca pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Current Ratio (CR), Long-Term Debt to Equity Ratio (LTDER), Inventory Turnover (ITO), dan Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap pertumbuhan laba secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal komparatif menggunakan data panel periode 2020–2024. Populasi penelitian adalah perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sedangkan sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan kelengkapan data sehingga diperoleh 200 observasi. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi menggunakan laporan keuangan tahunan auditan. Teknik analisis data meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, koefisien determinasi, dan uji hipotesis menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CR, LTDER, ITO, dan DAR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba baik secara parsial maupun simultan, dengan LTDER sebagai variabel paling dominan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa likuiditas yang terlalu tinggi, ketergantungan utang yang besar, serta pengelolaan persediaan yang kurang efisien dapat menurunkan kemampuan perusahaan dalam mencapai pertumbuhan laba yang berkelanjutan.