Muhammad Lailul Agsya Irawan
Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AUDIT ATAS PENGUNGKAPAN EMISI KARBON DALAM LAPORAN KEBERLANJUTAN: INDIKASI PRAKTIK GREENWASHING PADA PERUSAHAAN FAST FASHION GLOBAL Muhammad Lailul Agsya Irawan; Rista Amelia Ramadhani; Syalomita Paembonan; Ardiyanti
Proceeding National Conference Business, Management, and Accounting (NCBMA) 9th National Conference Business, Management, and Accounting
Publisher : Faculty of Economics and Business Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengungkapan emisi karbon dalam laporan keberlanjutan serta mengidentifikasi indikasi praktek greenwashing pada perusahaan fast fashion global. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi dan indeks pengungkapan, studi ini menelaah laporan keberlanjutan H&M Group, Inditex (Zara), dan Adidas selama periode 2020 hingga 2024. Data dianalisis melalui pendekatan tematik, komparatif longitudinal dan cross-sectional, serta analisis kesenjangan antara narasi dan kinerja aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa H&M memiliki tingkat transparansi tertinggi dengan pengungkapan Scope 1, 2, dan 3 secara konsisten serta target yang tervalidasi SBTi, meskipun realisasi penurunan Scope 3 masih tertinggal dari target. Inditex menunjukkan peningkatan kualitas pelaporan sejak 2022, namun masih didominasi narasi positif tanpa dukungan data memadai. Adidas telah mengadopsi standar IFRS dengan target ambisius, tetapi transparansi rantai pasok masih terbatas. Temuan mengkonfirmasi indikasi greenwashing dalam bentuk halus, meliputi selektivitas informasi, kesenjangan target-realisasi, serta ketidakseimbangan antara narasi dan data kuantitatif. Tantangan utama yang dihadapi ketiga perusahaan adalah pengelolaan dan pengungkapan emisi Scope 3 yang mencakup sebagian besar jejak karbon industri. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran audit independen yang kredibel untuk memverifikasi tidak hanya akurasi data, tetapi juga kewajaran narasi keberlanjutan guna memastikan akuntabilitas perusahaan secara substantif.