This study aims to analyze the implementation and effectiveness of the lecture method, video based-learning, and recitation in learning the History of Islamic Culture in grade 5th of MINU Putri Malang, and to find the solutions of the obstacles that arise from the implementation of these methods. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach, and data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that in the implementation of learning, the lecture method is still a method that is often used by educators, but this method has several weaknesses such as the lack of interaction and enthusiasm of students, causing boredom. Therefore, educators collaborate it with other methods, namely video-based learning as a reinforcement of students' understanding of the material that has been explained, and the recitation method as a means for educators to measure the level of students' understanding through the assignments given, although sometimes students ignore it. The solution to these obstacles to increase students' interest and enthusiasm is to integrate various learning methods to create more interactive and enjoyable learning, utilize technological developments to provide more varied assignments, and provide sanctions to students who neglect their assignments. Apart from that, further research needs to be carried out with the aim of developing more effective, interactive and efficient learning methods in learning the History of Islamic Culture in grade 5. This research is expected to contribute to the development of more effective learning methods in learning the History of Islamic Culture at elementary school. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan dan efektivitas metode ceramah, pembelajaran berbasis video, dan resitasi dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di kelas 5 MINU Putri Malang, serta menemukan solusi atas kendala-kendala yang timbul dari penerapan metode-metode tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran, metode ceramah masih menjadi metode yang sering digunakan oleh pendidik, namun metode ini memiliki beberapa kelemahan seperti kurangnya interaksi dan antusiasme peserta didik sehingga menimbulkan kebosanan. Maka dari itu, pendidik mengolaborasikannya dengan metode lain yaitu pembelajaran berbasis video sebagai penguat pemahaman peserta didik terhadap materi yang telah dijelaskan, dan metode resitasi sebagai sarana pendidik mengukur tingkat pemahaman peserta didik melalui pengugasan yang diberikan, walaupun terkadang peserta didik mengabaikannya. Solusi atas kendala-kendala tersebut untuk meningkatkan minat dan antusias peserta didik adalah dengan mengintegrasikan berbagai metode pembelajaran untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan, memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memberikan pengugasan yang lebih variatif, dan memberikan sanksi kepada peserta didik yang mengabaikannya. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan tujuan mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif, interaktif, dan efisien dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di kelas 5. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pembelajaran yang lebih efektif dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di tingkat dasar.