This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan
Anggraeni, Dwi Amalia
Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Rawat Ulang Pasien Penyakit Jantung Koroner di Ruang Jantung RSU dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Anggraeni, Dwi Amalia
Jurnal Kesehatan Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.005 KB) | DOI: 10.26630/jk.v7i3.214

Abstract

Rehospitalisasi menjadi salah satu faktor yang menentukan prognosis penyakit jantung koroner (PJK). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian rawat inap ulang pada pasien PJK antara lain kepatuhan diet, kepatuhan terapi pengobatan, kecukupan aktivitas dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian rawat ulang pasien penyakit jantung koroner di ruang jantung RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2016. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode analitik dan desain cross sectional. Populasi penelitian,  semua pasien penyakit jantung koroner di Ruang Jantung RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung periode Januari-April 2016 sebanyak 84 orang, dengan sampel 46 orang, diambil dengan technic purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dengan menetapkan 95% CI dan α=0,05. Hasil penelitian, menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik р-value 0,013, kepatuhan diet р-value 0,040, dukungan keluarga р-value 0,016 dan kepatuhan program terapi р-value 0,025 dengan kejadian rawat ulang. Saran,  petugas kesehatan agar memberikan informasi kepada pasien dan keluarga tentang aktivitas fisik, kepatuhan diet, kepatuhan program terapi, dukungan keluarga hal tersebut dapat mempengaruhi kejadian rawat ulang sebelum pasien pulang kerumah dengan begitu diharapkan dapat meningkatkan kesembuhan pasien dan mencegah kejadian rawat ulang.