Yanuar Yoga Prasetyawan
Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Persepsi Generasi Z terhadap Eksistensi Website Haveaniesday.com sebagai Upaya Menangkal Disinformasi Pemberitaan Salah Satu Calon Presiden Indonesia Tahun 2024 Dhia Tsurayya; Yanuar Yoga Prasetyawan
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 9, No 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/potensi.%Y.28700

Abstract

Media online sebagai penyedia informasi memegang peran penting dalam melawan persebaran disinformasi. Keberadaan website yang berfokus pada klarifikasi dan verifikasi berita menjadi krusial. Dalam masa pemilihan umum presiden 2024, persebaran disinformasi terbilang masif. Website Haveaniesday.com hadir sebagai solusi untuk memberikan informasi faktual mengenai pemberitaan salah satu calon presiden. Melalui konten yang disajikan, website haveaniesday.com berupaya membantah tuduhan informasi palsu yang tersebar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana persepsi Generasi Z terhadap eksistensi website Haveaniesday.com sebagai upaya konter disinformasi pemberitaan calon presiden tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan terhadap dua belas Generasi Z yang pernah mengunjungi website Haveaniesday.com. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa website Haveaniesday.com dapat menciptakan pengalaman baru dengan menerapkan pendekatan yang berbeda. Dominasi elemen visual dibandingkan teks menjadi ciri khas sekaligus terobosan yang berbeda dari website tersebut. Meski inovatif, pendekatan ini tidak selalu diterima dengan baik oleh Generasi Z karena berpotensi menyulitkan pemahaman dan navigasi konten. Website Haveaniesday.com dianggap memiliki fungsi ganda yang cenderung bias, di satu sisi berfungsi untuk melawan disinformasi, namun di sisi lain dimanfaatkan sebagai media kampanye untuk membentuk citra positif salah satu calon presiden. Perpaduan dua fungsi tersebut menjadikan website terlihat ambigu, hal ini karena di satu sisi dapat memberikan edukasi kepada pemilih, namun di sisi lain memunculkan keraguan terhadap objektivitasnya. Meski demikian, website ini berhasil menjadi sarana edukasi politik yang efektif melalui penggunaan bahasa dan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik Generasi Z yang membuat informasi politik lebih mudah dipahami.