ABSTRACT. This research evaluates the effectiveness of the vocal point in enhancing the sensory and emotional experiences of tourists at Malalayang Beach Walk Manado, an urban beach area with potential yet suboptimal utilization of its built landscape. Employing a mixed-methods approach (sequential explanatory), this study combines quantitative data from 100 respondents via Likert-scale questionnaires with qualitative data from in-depth interviews and observations. Descriptive analysis results indicate that the vocal point (observation tower) is rated as effective in attracting tourist attention (mean 4.25), significantly contributing to sensory experiences (correlation 0.68) which are rated highly (mean 4.24), particularly in visual and auditory aspects, as well as emotional experiences (correlation 0.72) which fall into the very high category (mean 4.35) with dominant indicators of satisfaction and comfort. Regression analysis demonstrates that the vocal point contributes 52% to the overall tourist experience, underscoring the crucial role of architectural elements in shaping perceptions and eliciting positive emotional responses. These findings affirm the urgency of designing with strong vocal points to enhance the attractiveness of tourist destinations, and provide practical implications for managers to optimize these elements to create a satisfying holistic experience for visitors. ABSTRAK. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas vocal point dalam meningkatkan pengalaman sensorik dan emosional wisatawan di Malalayang Beach Walk Manado, sebuah area pantai urban yang berpotensi namun belum optimal dalam pemanfaatan lanskap binaannya. Dengan menggunakan pendekatan mixed methods (sequential explanatory), penelitian ini mengombinasikan data kuantitatif dari 100 responden melalui kuesioner berskala Likert dan data kualitatif dari wawancara mendalam, serta observasi. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa vocal point (menara pandang) dinilai efektif menarik perhatian wisatawan (rata-rata 4,25), yang berkontribusi signifikan terhadap pengalaman sensorik (korelasi 0,68) yang dinilai tinggi (rata-rata 4,24), terutama dari aspek visual dan auditori, serta pengalaman emosional (korelasi 0,72) yang berada pada kategori sangat tinggi (rata-rata 4,35) dengan indikator kepuasan dan kenyamanan yang dominan. Analisis regresi menunjukkan bahwa vocal point memberikan kontribusi sebesar 52% terhadap keseluruhan pengalaman wisatawan, menggarisbawahi peran krusial elemen arsitektural dalam membentuk persepsi dan memicu respons emosional positif. Temuan ini menegaskan urgensi desain berbasis vocal point yang kuat untuk meningkatkan daya tarik destinasi wisata, serta memberikan implikasi praktis bagi pengelola untuk mengoptimalkan elemen-elemen tersebut guna menciptakan pengalaman holistik yang memuaskan bagi pengunjung.