This Author published in this journals
All Journal Jawa Dwipa
Agung Tri Nugroho
Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Jawa Dwipa Klaten

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGUATAN KARAKTER MODERASI BERAGAMA MELALUI PENDIDIKAN SENI BUDAYA DI SMP NEGERI 3 GANTIWARNO KABUPATEN KLATEN Winarsih; I Kadek Dwi Santika; Agung Tri Nugroho
Jawa Dwipa Vol. 7 No. 1 (2026): Jawa Dwipa
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/jd.v7i1.139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan karakter moderasi beragama melalui pendidikan seni budaya di SMP Negeri 3 Gantiwarno Kabupaten Klaten. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya tantangan intoleransi, radikalisme, dan degradasikarakter di kalangan generasi muda sehingga diperlukan strategi pendidikan yang mampu menanamkan nilai toleransi, inklusivitas, dan penghargaan terhadap keberagaman. Pendidikan seni budaya dipandang sebagai media yang efektif dalam membangun karakter moderasi karena mampu mengintegrasikan nilai estetika, empati, kreativitas, dan kebersamaan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru seni budaya, dan peserta didik SMP Negeri 3 Gantiwarno. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan seni budaya memiliki peran penting dalam memperkuat karakter moderasi beragama melalui kegiatan seni tari, musik, dan seni rupa yang menumbuhkan sikap toleransi, kerja sama, disiplin, empati, dan penghargaan terhadap perbedaan budaya maupun agama. Faktor pendukung penelitian ini meliputi lingkungan sekolah yang pluralis, dukungan guru, program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan budaya sekolah yang harmonis. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana, perbedaan latar belakang siswa, dan minimnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya moderasi beragama. Strategi sekolah dilakukan melalui integrasi nilai moderasi dalam pembelajaran seni budaya, pembiasaan sikap toleransi, kegiatan kolaboratif, dan penguatan karakter melalui keteladanan guru. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendidikan seni budaya mampu menjadi media efektif dalam membangun karakter moderasi beragama pada peserta didik di jenjang sekolah menengah pertama.