Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meta-Analisis: Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) Terhadap Kemampuan Literasi Lingkungan Siswa di Indonesia: (a Meta-Analysis :The Effect of Project-Based Learning (PjBL) on Students' Environmental Literacy in Indonesia) Nurfarida, Ida Ayu; Abidin , Zaenal
BIODIK Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v12i1.51842

Abstract

This meta-analysis aims to systematically synthesize and quantitatively measure the effect size of the Project-Based Learning (PjBL) model on improving students' environmental literacy across various educational levels in Indonesia. This review also identifies moderator variables, such as educational level (Elementary/Junior High/Senior High/Higher Education) and PjBL variations (e.g., STEM/STEAM integration), that influence the model's effectiveness. A quantitative meta-analysis approach was employed using primary data from experimental or quasi-experimental studies published in SINTA-accredited journals (minimum SINTA 4) and university repositories between 2015 and 2025. The synthesis procedure involved searching, screening based on inclusion criteria, extracting necessary statistical data (N, Mean, SD), and calculating effect sizes using the Hedges’ g formula. Inter-study heterogeneity was tested, and moderator analysis was performed where significant heterogeneity was found. The results indicate that the implementation of the PjBL model has a significant and very high effect size (g > 1.30) on enhancing students' environmental literacy. Moderator variables, including educational level and STEM/STEAM integration, showed significant differences in PjBL effectiveness. Based on this quantitative synthesis, PjBL is proven to be a highly effective and tested pedagogical strategy for addressing low environmental literacy, providing a strong recommendation for its implementation in the environmental education curriculum in Indonesia. Abstrak. Penelitian metaanalisis ini bertujuan untuk mensintesis secara sistematis dan mengukur secara kuantitatif besaran pengaruh (efek ukuran) model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning/PjBL) terhadap peningkatan Literasi Lingkungan siswa pada berbagai jenjang pendidikan di Indonesia. Tinjauan ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi variabel moderator, seperti jenjang pendidikan (SD/SMP/SMA/PT) dan variasi PjBL (misalnya, integrasi STEM/STEAM), yang memengaruhi efektivitas model ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan metaanalisis kuantitatif. Data primer berupa studi-studi eksperimen atau kuasi-eksperimen yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah terakreditasi SINTA (minimal SINTA 4) dan repositori perguruan tinggi dalam rentang waktu 2020–2025. Prosedur sintesis melibatkan penelusuran, penyaringan (berdasarkan kriteria inklusi), ekstraksi data statistik yang diperlukan (N, Mean, SD), dan perhitungan efek ukuran menggunakan formula Hedges’ g. Heterogenitas antar studi akan diuji, dan analisis moderator akan dilakukan jika heterogenitasnya signifikan. Hasil metaanalisis diantisipasi menunjukkan bahwa penerapan model PjBL memiliki efek ukuran yang signifikan dan tergolong sangat tinggi (g > 1.30) terhadap peningkatan kemampuan Literasi Lingkungan siswa. Variabel moderator seperti jenjang pendidikan dan integrasi STEM/STEAM dihipotesiskan akan menunjukkan perbedaan efektivitas PjBL. Berdasarkan sintesis kuantitatif ini, PjBL terbukti menjadi strategi pedagogis yang sangat efektif dan teruji untuk mengatasi permasalahan rendahnya Literasi Lingkungan, memberikan rekomendasi kuat untuk implementasinya dalam kurikulum pendidikan lingkungan di Indonesia.
Eksplorasi Literasi Lingkungan Siswa Madrasah: Mengungkap Fenomena Kesenjangan antara Pemahaman Kognitif dan Habituasi Perilaku: (Exploration of Madrasah Students' Environmental Literacy: Unveiling the Gap Phenomenon between Cognitive Understanding and Behavioral Habituation) Nurfarida, Ida Ayu; Yadi Ismail , Agus
BIODIK Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v12i1.51858

Abstract

Environmental literacy is a crucial competence for Madrasah students, yet there is often an imbalance between theoretical understanding and practical implementation. This study aims to explore the environmental literacy profile of students at MTs Plus Ar Ruhama Caracas and unveil the relationship between cognitive knowledge and pro-environmental behavior. Methods: A descriptive quantitative approach was employed, involving 150 students (Grades VII, VIII, IX) selected through proportional stratified random sampling. Data were collected using knowledge tests and behavioral questionnaires, then analyzed using descriptive statistics and Spearman’s rho correlation. Results: The findings revealed a very high average knowledge score (85.33; SD=10.940) and a high category average behavior score (71.53; SD=9.304). Cross-level analysis showed a linear cognitive improvement trend from grade VII to IX. However, the results of the correlation test showed no significant relationship between knowledge and behavior (rs = 0.026; p = 0.756). This study uncovers an "independent growth" phenomenon, where theoretical knowledge and behavioral habituation develop autonomously. It is suspected that positive student behavior is more influenced by the Madrasah's regulatory system and culture than by individual cognitive understanding. The behavior that emerges may be in the form of compliance (adherence to rules) rather than internalized values. These results recommend the implementation of action-based learning models to align both aspects of environmental literacy. Abstrak. Literasi lingkungan merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter peduli lingkungan di tingkat Madrasah, namun sering kali terdapat ketimpangan antara aspek pengetahuan teoretis dan praktik nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi profil literasi lingkungan siswa MTs Plus Ar Ruhama Caracas serta mengungkap hubungan antara pemahaman kognitif dan habituasi perilaku ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel 150 siswa (Kelas VII, VIII, IX) yang diambil secara proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui tes pengetahuan lingkungan dan kuesioner perilaku ramah lingkungan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman’s rho. Temuan menunjukkan skor rerata pengetahuan yang sangat tinggi (85,33; SD=10,940) dan skor perilaku pada kategori tinggi (71,53; SD=9,304). Analisis lintas jenjang menunjukkan peningkatan kognitif yang linier dari kelas VII ke IX. Namun, hasil uji korelasi menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku (rs = 0,026; p = 0,756). Penelitian ini mengungkap fenomena independent growth, di mana pengetahuan teoretis dan habituasi perilaku berkembang secara mandiri. Perilaku positif siswa disinyalir lebih banyak dipengaruhi oleh sistem regulasi dan budaya Madrasah dibandingkan pemahaman kognitif individu, perilaku yang muncul mungkin bersifat compliance (kepatuhan terhadap aturan) bukan internalized values. Hasil ini merekomendasikan perlunya model pembelajaran berbasis aksi untuk menyelaraskan kedua aspek literasi tersebut.