Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The content of Compounds and Bioactivity of the Eucalyptus sp species Miftahul Jannah Abd Haris; Andi Nur Fitriani Abubakar; Syahdam Karneng; Iin Indriani; Herdie Idriawien Gusti; Surahmat; Triana Febrianti
Hayyan Journal Vol. 2 No. 3 (2025): October
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/hayyan.v2i3.3580

Abstract

Eucalyptus sp. is one of the plant genera from the Myrtaceae family which is widely known for its diverse secondary metabolite content and high biological activity. This study aims to systematically examine the diversity of active compounds and potential bioactivity of various Eucalyptus species, especially in the leaves, bark, seeds, and essential oils. Various compounds such as 1,8-cineole, citronellal, flavonoids, and phenolic compounds have been shown to contribute to pharmacological activities such as antioxidants, antimicrobials, anti-inflammatory, immunomodulators, anticancer, as well as natural insecticides and repellents. The results of the review indicate that these activities have great relevance in the development of biopharmaceutical products, cosmetics, and other health applications. The diversity of compounds and broad pharmacological effects place Eucalyptus as a very potential source of natural materials to be developed sustainably.
Review of the Agronomic and Biochemical Potential of Eucalyptus Plants ( Melaleuca cajuputi ) as Essential Oil Producers Siti Fatimah; Ilda Yangti; Andi Nurfitri Abubakar; Syahdam Karneng; Iin Indriani; Surahmat; Triana Febrianti
Hayyan Journal Vol. 2 No. 3 (2025): October
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/hayyan.v2i3.3615

Abstract

Studi ini mengeksplorasi potensi agronomi dan biokimia Melaleuca cajuputi (kayu putih) melalui tinjauan pustaka komprehensif penelitian Indonesia yang diterbitkan antara tahun 2019 dan 2024. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi efektivitas berbagai strategi budidaya khususnya sistem agroforestri, pemupukan organik, dan perbaikan genetik dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas minyak atsiri kayu putih. Hasil menunjukkan bahwa pola agroforestri menggunakan serai wangi ( Cymbopogon nardus ) yang ditumpangsarikan dengan varietas Sitrona 2 Agribun menghasilkan produksi minyak tertinggi (2,84%) dan kandungan 1,8-sineol (hingga 52,98%). Pemupukan organik menggunakan kompos tandan kosong kelapa sawit meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman, sementara inokulasi mikoriza arbuskular secara signifikan meningkatkan kelangsungan hidup bibit dan perkembangan daun. Lebih lanjut, varietas yang dipilih secara genetik menghasilkan 1,2–1,3% hasil minyak dengan kadar sineol mencapai 68–75%. Temuan ini menunjukkan manfaat sinergis dari praktik agronomi terpadu dan pemuliaan tanaman dalam menghasilkan minyak kayu putih berkualitas tinggi untuk aplikasi industri dan lingkungan yang berkelanjutan.
STUDI KOMPARATIF KAPASITAS ADSORPSI Pb(II) OLEH BIOCHAR DAN SILIKA SEKAM PADI: ISOTERM DAN KINETIKA Herdie Idriawien Gusti; Nur Rahmi; Syahdam Karneng; Iin Indriani; Andi Nur Fitriani Abubakar; Surahmat Surahmat; Triana Febrianti
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/kimia.v10i1.6175

Abstract

Latar belakang: Pencemaran logam berat, khususnya timbal (Pb) merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang serius karena sifatnya yang toksik, persisten, dan dapat terakumulasi dalam organisme. Salah satu metode yang efektif untuk menurunkan kadar logam berat dalam air limbah adalah adsorpsi menggunakan material berbasis biomassa. Tujuan: untuk membandingkan efektivitas biochar dan silika sekam padi sebagai adsoben Pb(II) berdasarkan kapasitas adsorpsi, model isoterm, dan kinetika adsorpsi. Metode: yang digunakan adalah studi literatur terhadap berbagai jurnal ilmiah yang relevan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Hasil: kajian menunjukkan bahwa biochar umumnya memiliki kapasitas adsorpsi yang lebih tinggi dibandingkan silika sekam padi karena memiliki luas permukaan dan struktur pori yang lebih berkembang. Namun demikian, silika sekam padi memiliki stabilitas kimia yang baik dan efektivitasnya dapat ditingkatkan melalui berbagai metode modifikasi seperti penambahan kitosan dan pembentukan nanokomposit. Kesimpulan: Sebagian besar proses adsorpsi mengikuti model isoterm Langmuir dan kinetika pseudo orde dua yang menunjukkan dominasi interaksi kimia antara adsorben dan ion Pb(II). Dengan demikian, kedua material ini memiliki potensi yang baik sebagai adsorben ramah lingkungan dalam pengolahan limbah cair.