Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pergeseran Tari Gundala-Gundala di Berastagi Muhammad Ihsan Syahaf Nasution; Christin Eva Febiola Simanjuntak; Via Aurelia br Brahmana; Fauzan Azmy; Nadya Deswita
Journal of Citizen Research and Development Vol. 3 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v3i1.8377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna, fungsi, serta pergeseran makna dan fungsi Tari Gundala-Gundala di Berastagi. Tari Gundala-Gundala merupakan kesenian tradisional masyarakat Karo yang pada awalnya memiliki nilai sakral dan berkaitan erat dengan sistem kepercayaan Pemena. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis dengan tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa lalu Tari Gundala-Gundala berfungsi sebagai media komunikasi spiritual dalam upacara ndilo wari udan untuk memohon hujan. Tarian ini memiliki makna simbolik yang mencerminkan hubungan antara manusia, alam, dan roh leluhur. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan masuknya agama-agama baru, terjadi pergeseran makna dari yang bersifat sakral menjadi lebih simbolis. Fungsi tarian juga mengalami perubahan dari sarana ritual keagamaan menjadi sarana hiburan, pertunjukan budaya, dan media pelestarian identitas budaya. Pergeseran ini menunjukkan adanya proses adaptasi budaya dalam masyarakat Karo di Berastagi. Meskipun demikian, Tari Gundala-Gundala tetap dipertahankan sebagai bagian penting dari warisan budaya lokal.
Fenomena Pergeseran Makna dan Fungsi Tari Gundala-Gundala di Berastagi Via Aurelia Br Brahmana; Muhammad Ihsan Syahaf Nasution; Christin Eva Febiola Simajuntak; Nadya Deswita
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/mkd.v10i2.13893

Abstract

This study examines the historical development, symbolic meanings, functions, and cultural transformation of the Gundala-Gundala Dance in Berastagi, a traditional performance of the Karo people rooted in the Sigurda-gurdi mythology and the Ndilo Wari Udan rain ritual. The research addresses the changing role of the dance amid social, cultural, and religious transformations while exploring how its cultural significance has been maintained. Employing Kuntowijoyo’s historical method, the study collected data through literature review, observation, documentation, and in-depth interviews. The findings reveal that the Gundala-Gundala Dance embodies spiritual, symbolic, and social values manifested through its movements, masks, costumes, and traditional music. Although its primary function has shifted from a sacred rain-invoking ritual to cultural performances, festivals, tourism, and official ceremonies, the dance continues to preserve the collective identity and cultural values of the Karo community. The novelty of this study lies in integrating historical analysis with cultural transformation to explain the continuity and adaptation of Gundala-Gundala as both ritual heritage and cultural performance. These findings contribute to the development of cultural communication and heritage studies while providing practical insights for safeguarding Karo cultural heritage amid contemporary social change.