Arfriani Maifizar Maifizar
Universitas Teuku Umar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meritokrasi vs Patronase dalam Seleksi PPPK: Analisis Wacana Media dengan Perspektif Foucault tentang Kekuasaan Nesriani nes ani; Arfriani Maifizar Maifizar
Jurnal Bisnis Dan Kajian Strategi Manajemen Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Bisnis Dan Kajian Strategi Manajemen
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jbksm.v10i1.14433

Abstract

Penelitian ini menganalisis pemberitaan media terkait dugaan kecurangan dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menggunakan pendekatan teori kekuasaan dan wacana Foucault. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana media online membingkai dan membentuk persepsi publik mengenai seleksi PPPK, serta bagaimana kekuasaan dan ideologi terkait meritokrasi dan patronase terbentuk melalui wacana media. Data yang dianalisis mencakup berbagai artikel yang melaporkan praktik manipulasi data, pemalsuan dokumen, dan ketidaktransparanan dalam proses seleksi PPPK di berbagai daerah. Pendekatan analisis yang digunakan adalah analisis wacana (discourse analysis), analisis frame, dan analisis media kritis (critical media analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media berperan penting dalam membentuk wacana yang mengarah pada ketidakpercayaan publik terhadap sistem seleksi PPPK. Framing yang digunakan oleh media sering kali mengedepankan ketidakadilan yang timbul akibat praktik patronase, serta mempertanyakan efektivitas sistem meritokrasi yang seharusnya menjadi dasar seleksi. Analisis ini juga mengungkapkan bahwa media, sebagai alat untuk menyebarkan pengetahuan dan membentuk ideologi, memperkuat atau mengkritik kekuasaan yang ada, serta memainkan peran penting dalam mendorong wacana perlawanan terhadap ketidakadilan dalam proses seleksi PPPK. Dengan mengaitkan teori Foucault mengenai kekuasaan, media tidak hanya mencerminkan kenyataan sosial, tetapi juga berfungsi sebagai ruang perlawanan terhadap struktur kekuasaan yang dominan dalam sistem birokrasi.Kata kunci: analisis wacana, frame analysis, critical media analysis, kekuasaan Foucault
Peran Ganda Perempuan Muslimah Dalam Perspektif Struktural Fungsional Irbayana Yana Yana; Arfriani Maifizar Maifizar
Jurnal Society : Pengamat Perubahan Sosial Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jspps.v6i2.14434

Abstract

The dual role of Muslim women in functional structural construction has its own supporting theory. It may sound classic, but this perspective is quite supportive of the construction of women and the phenomena occurring in today's society. Women who work in Islamic conceptions are considered to support the construction of the family in an adaptive and integrative function. Self-control in working women in demanding their right to be the boss in the household is governed by religious values, so that women are willing to be number two while men remain the head of the family. This study describes the data descriptively using a qualitative approach, accompanied by several references to sharpen the analysis of the writing. The results of this study indicate that Muslim women who work are more cooperative in carrying out their roles in the household as feminine human beings, demonstrating their expressive character, while men are more masculine with a tendency towards instrumental roles. Women with more expressive characters, supported by the Islamic religious value system that teaches women to be followers of men in the family, tend to care for their families with sincerity and responsibility.