Rinanda Setyanisa Guntoro
Universitas Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesantunan Berbahasa pada Percakapan Pedagang dan Pembeli Di Pasar Tradisional Arengka Pekanbaru Eka Setia Pratiwi; Rinanda Setyanisa Guntoro; Dedek Dwi Suci Ramadhani
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.15332

Abstract

Kesantunan berbahasa merupakan bagian penting dalam komunikasi sosial karena berfungsi menjaga keharmonisan hubungan antarindividu, termasuk dalam aktivitas transaksi jual beli di pasar tradisional. Interaksi antara pedagang dan pembeli membutuhkan penggunaan bahasa yang santun agar proses komunikasi berlangsung lancar dan tidak menimbulkan konflik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesantunan berbahasa yang digunakan pedagang dan pembeli di Pasar Tradisional Arengka Pekanbaru, menganalisis faktor sosial budaya yang memengaruhi penggunaan bahasa santun, serta menelaah implikasi sosial penggunaan kesantunan berbahasa dalam aktivitas transaksi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan pragmatik. Data penelitian berupa tuturan lisan dalam interaksi jual beli yang diperoleh melalui observasi langsung, rekaman percakapan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan teori kesantunan Brown dan Levinson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kesantunan positif dan kesantunan negatif digunakan secara dominan dalam interaksi pasar. Kesantunan positif tampak melalui penggunaan sapaan akrab seperti kak, buk, dek, dan pak, sedangkan kesantunan negatif terlihat melalui penggunaan ungkapan mitigasi seperti “maaf ya, bisa kurang sedikit?”. Penggunaan kesantunan berbahasa dipengaruhi oleh faktor usia, kedekatan interpersonal, dan status sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesantunan berbahasa memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran transaksi, membangun hubungan sosial yang harmonis, serta meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan di pasar tradisional.
Filosofi Tuturan Ilokusi Tokoh Hasan pada Novel “Atheis” Karya Achdiat K. Mihardja Eka Setia Pratiwi; Rinanda Setyanisa Guntoro; Meirita Wulansari Kemit; Hasnah Faizah
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v8i1.13120

Abstract

Novel merupakan karya sastra yang menggambarkan kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah novel yang berjudul Atheis karya Achidiat K. Mihardja meceritakan tentang Hasan sebagai tokoh utama dengan pergolakan batin mengenai agama yang dianutnya. Permaslahan pada penelitian ini adalah merupakan tuturan pada tokoh utama Hasan yang terdapat pada novel. Dengan dilakukannya penelitian ini dapat mengetahui bentuk tuturan ilokusi yang diucapkan oleh tokoh utama. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskritif dengan data dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan yang menjelaskan data dari objek yang diteliti. Setelah data terkumpul penulis melakukan pemilihan pada data yang akan diteliti yang sesuai dengan macam-macam tuturan ilokusi yang memiliki kategori asertif, direktif, komisif, ekspersdif, dan deklaratif dengan jumlah data 22 tuturan ilokusi yang diucapkan oleh hasan. Dari 22 data tersebut memiliki 8 data tuturan ilokusi asertif, 4 data tuturan ilokusi direktif, 6 tuturan ilokusi ekspresif dan 3 tuturan ilokusi deklaratif. Seluruh data tuturan ini memiliki konteks yang berbeda sesuai dengan konteks yang terjadi pada tokoh hasan.