Abdul Wachid Bambang Suharto
Universitas Islam Negeri K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ironi digital dalam literasi membaca siswa madrasah ibtidaiyah: Analisis sistematis atas kesenjangan teknologi dan pedagogi Durotul Bariroh; Abdul Wachid Bambang Suharto
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) in Progress
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i2.16394

Abstract

Kemajuan teknologi digital dalam pendidikan dasar menghadirkan paradoks: akses informasi meningkat, tetapi kemampuan literasi membaca siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) tidak menunjukkan peningkatan yang sebanding. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan antara integrasi teknologi digital dan capaian literasi membaca siswa MI melalui pendekatan systematic literature review (SLR) yang mengacu pada protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Studi ini mengkaji 27 artikel jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 2019–2026, yang diperoleh melalui penelusuran tiga basis data Google Scholar, Scopus, dan ERIC menggunakan kata kunci "digital literacy", "reading comprehension", "elementary education", "Madrasah Ibtidaiyah", dan "digital reading intervention", serta dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang terstruktur. Proses analisis dilakukan melalui tahapan identifikasi, screening, eligibility, dan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam pembelajaran membaca di MI masih bersifat aditif, belum transformasional. Faktor utama yang menyebabkan stagnasi literasi meliputi rendahnya kompetensi literasi digital guru, tidak adanya intervensi membaca digital yang terstruktur, serta lemahnya kerangka pedagogis dalam pemanfaatan teknologi. Temuan ini menegaskan bahwa teknologi digital tidak secara otomatis meningkatkan literasi membaca tanpa dukungan desain pembelajaran yang kontekstual dan berbasis teori. Penelitian ini berkontribusi dalam merumuskan kerangka konseptual "Digital Literacy Paradox in MI" sebagai model integrasi teknologi-pedagogi yang kontekstual pada lingkungan MI.