Abdul Wachid Bambang Suharto
, Universitas Islam Negeri K.H. Saifudin Zuhri Purwokerto

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Krisis literasi siswa sekolah dasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia: Studi kualitatif tentang faktor-faktor penghambat Rr. Retno Diyah Suprobowati; Abdul Wachid Bambang Suharto
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) in Progress
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i2.16408

Abstract

Krisis literasi pada siswa sekolah dasar telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan di tengah pesatnya transformasi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penghambat literasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan enam informan (dua guru, dua siswa kelas V, dan dua orang tua), serta studi dokumentasi. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Temuan terpenting dari studi ini justru membantah anggapan umum bahwa ketersediaan buku secara otomatis meningkatkan minat baca. Penelitian ini membuktikan bahwa fenomena "membaca tanpa pemahaman" (reading without comprehension) tetap terjadi akibat pergeseran pola atensi siswa yang terbiasa dengan rangsangan visual instan dari perangkat digital. Berbeda dari penelitian terdahulu yang cenderung menyalahkan minimnya sarana fisik, studi ini membuktikan bahwa distraksi teknologi yang tidak terarah dan lemahnya pendampingan orang tua merupakan variabel penghambat yang jauh lebih dominan. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang pentingnya integrasi literasi multimodal dalam kurikulum untuk menjawab tantangan krisis kognitif siswa di era disrupsi. Keterbatasan penelitian terletak pada cakupan satu lokasi, sehingga diperlukan studi lanjutan berskala lebih luas untuk memetakan strategi literasi nasional.