Ketidakseimbangan beban kerja pada organisasi sektor publik merupakan isu strategis dalam pengelolaan sumber daya manusia, terutama pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki intensitas layanan publik tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi overload pada OPD pelayanan publik di Gorontalo melalui integrasi analisis jabatan dan analisis beban kerja, serta mengkaji keterkaitannya dengan struktur belanja daerah dan kondisi sektor informal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus berbasis analisis dokumen terhadap struktur organisasi OPD, uraian jabatan, data Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), publikasi statistik daerah, dan regulasi terkait restrukturisasi birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar OPD pelayanan publik berada pada kategori overload, terutama pada unit dengan kompleksitas layanan tinggi seperti administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan, dan perizinan. Dominasi belanja operasional dalam APBD serta tingginya aktivitas sektor informal terbukti meningkatkan intensitas layanan dan tekanan kerja organisasi. Temuan ini menegaskan bahwa overload pada OPD merupakan fenomena sistemik yang dipengaruhi oleh interaksi faktor internal organisasi dan konteks sosial ekonomi daerah. Oleh karena itu, integrasi analisis jabatan dan analisis beban kerja menjadi pendekatan penting dalam mendukung perencanaan tenaga kerja yang lebih proporsional, adaptif, dan berbasis konteks daerah.