Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DISFUNGSI MODERNISASI PENYAMPAIAN RELAAS PANGGILAN:AKSES KEADILAN DI PENGADILAN AGAMA INDONESIA isti qomah; Mufliha Wijayati
Keadilan : Jurnal Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang Vol 24 No 1 (2026): Keadilan
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/v8x4gx90

Abstract

Modernisasi penyampaian relaas panggilan di Pengadilan Agama menimbulkan tantangan terhadap prinsip akses keadilan karena dapat memperlebar kesenjangan, terutama bagi pihak yang rentan secara sosial dan administratif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan lebih lanjut terkait disfungsi modernisasi penyampaian relaas panggilan terhadap akses keadilan di lingkungan pengadilan agama. Penelitian ini adalah penelitian lapangan berbasis teks dengan pendekatan kualitatif. Hasil pembahasan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa modernisasi penyampaian relaas panggilan belum mampu memastikan keadilan di fase hulu bagi sebagian masyarakat yang rentan secara sosial dan administratifnya, disebut disfungsi keadilan substantif. Dalam hal ini keadilan prosedural pemanggilan telah dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, secara keadilan substantif manfaat modernisasi belum dirasakan secara nyata oleh sebagian masyarakat pencari keadilan.  Kesenjangan infrastruktur digital, disparitas literasi hukum, serta hambatan teknis, yang membuat sebagian pihak kesulitan memahami relaas panggilan dan konsekuensi ketidakhadiran, mengakibatkan tingginya putusan verstek serta terbatasnya hak pembelaan.  Kata Kunci: Disfungsi; Modernisasi; Relaas Panggilan; Akses Keadilan 
DISFUNGSI MODERNISASI PENYAMPAIAN RELAAS PANGGILAN:AKSES KEADILAN DI PENGADILAN AGAMA INDONESIA isti qomah; Mufliha Wijayati
Keadilan : Jurnal Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang Vol 24 No 1 (2026): Keadilan
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/v8x4gx90

Abstract

Modernisasi penyampaian relaas panggilan di Pengadilan Agama menimbulkan tantangan terhadap prinsip akses keadilan karena dapat memperlebar kesenjangan, terutama bagi pihak yang rentan secara sosial dan administratif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan lebih lanjut terkait disfungsi modernisasi penyampaian relaas panggilan terhadap akses keadilan di lingkungan pengadilan agama. Penelitian ini adalah penelitian lapangan berbasis teks dengan pendekatan kualitatif. Hasil pembahasan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa modernisasi penyampaian relaas panggilan belum mampu memastikan keadilan di fase hulu bagi sebagian masyarakat yang rentan secara sosial dan administratifnya, disebut disfungsi keadilan substantif. Dalam hal ini keadilan prosedural pemanggilan telah dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, secara keadilan substantif manfaat modernisasi belum dirasakan secara nyata oleh sebagian masyarakat pencari keadilan.  Kesenjangan infrastruktur digital, disparitas literasi hukum, serta hambatan teknis, yang membuat sebagian pihak kesulitan memahami relaas panggilan dan konsekuensi ketidakhadiran, mengakibatkan tingginya putusan verstek serta terbatasnya hak pembelaan.  Kata Kunci: Disfungsi; Modernisasi; Relaas Panggilan; Akses Keadilan 
Navigating Gender Mainstreaming And Politics Of Candidacy: Women's Leadership In Indonesian Islamic Higher Education (2012-2022) Witriani; Zusiana Elly Triantini; Najah Nadiah Amran; Mufliha Wijayati
Musãwa Jurnal Studi Gender dan Islam Vol. 25 No. 1 (2026): Vol.25 No.1 (2026)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & The Asia Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/musawa.2026.251.44-60

Abstract

Wacana mengenai kepemimpinan perempuan di Indonesia sebagian besar berpusat pada politik praktis, di mana perempuan sering kali diposisikan sebagai aktor sekunder sekadar untuk memenuhi kuota 30% alih-alih sebagai pemimpin strategis. Persepsi yang berakar pada norma patriarki dan ketergantungan berbasis kekerabatan ini mengaburkan signifikansi kepemimpinan perempuan yang kian berkembang di institusi akademik. Studi ini mengkaji sosok rektor perempuan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia dengan mengidentifikasi empat pola kepemimpinan kolegial, personal, posisional, dan kekuasaan yang dipersonalisasi yang masing-masing dibentuk oleh rekam jejak politik mereka. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) yang memadukan survei singkat dengan wawancara semi-terstruktur serta diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion atau FGD). Survei memberikan gambaran umum mengenai perspektif responden tentang universitas yang responsif gender, sementara wawancara dan FGD memperdalam analisis mengenai kebijakan, strategi, dan praktik pengarusutamaan gender di perguruan tinggi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa rektor perempuan tidak sekadar mereplikasi logika kuota politik, melainkan mendorong transformasi institusional melalui beragam pola kepemimpinan yang mengintegrasikan pertimbangan gender ke dalam tata kelola universitas. Hal ini memiliki signifikansi ganda. Pertama, penelitian ini berkontribusi pada khazanah pengetahuan mengenai kepemimpinan perempuan dengan mengalihkan fokus dari politik elektoral ke kepemimpinan akademik, sebuah ranah yang relatif belum banyak dikaji. Kedua, penelitian ini memberikan wawasan strategis bagi para pembuat kebijakan dengan menunjukkan bagaimana institusi perguruan tinggi dapat berperan sebagai agen pengarusutamaan gender, serta memberikan masukan bagi kerangka kerja masa depan terkait pengembangan kepemimpinan, kebijakan responsif gender, dan reformasi kelembagaan di Indonesia. Kata kunci: Rektor Perempuan, Universitas Islam, Kesetaraan Gender, Politik Pencalonan. [The discourse on women’s leadership in Indonesia has largely centered on practical politics, where women are often positioned as secondary actors fulfilling the 30% quota rather than as strategic leaders. Rooted in patriarchal norms and kinship-based dependency, this perception obscures the growing significance of women’s leadership in academic institutions. This study explores female rectors in Indonesian State Islamic Universities (PTKINs), identifying four leadership patterns—collegial, personal, positional, and personalized power—each shaped by their political trajectories. The research applies a mixed method, combining a short survey with semi-structured interviews and focus group discussions (FGDs). The survey provided a general mapping of respondents’ perspectives on gender-responsive universities, while interviews and FGDs deepened the analysis on policies, strategies, and practices of gender mainstreaming in higher education. Findings reveal that women rectors do not merely replicate political quota logic but instead advance institutional transformation through diverse leadership patterns that embed gender considerations into university governance. This has twofold significance. First, it contributes to the knowledge map on women’s leadership by shifting attention from electoral politics to academic leadership, a relatively underexplored arena. Second, it provides strategic insights for policymakers by demonstrating how higher education institutions can become agents of gender mainstreaming, informing future frameworks on leadership development, gender-responsive policy, and institutional reform in Indonesia. Keywords: Female Rectors, Islamic Universities, Gender Equality. Candidacy Politics.]
RESPON GEN Z KOTA METRO TERHADAP FENOMENA TEPUK SAKINAH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP LITERASI HUKUM PERKAWINAN Hasan Ali Zuhdi; Taufid Hidayat Nazar ; Mufliha Wijayati
Jurnal Supremasi Vol 16 No 2 (2026): Volume 16 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/rh525s06

Abstract

Penelitian ini mengkaji Fenomena Tepuk Sakinah yang vir al di media sosial yang memantik ber agam r espon di kalangan gen Z, ser ta pengar uhnya dalam Pengetahuan tentang Per kawinan. Tujuan penelitian adalah menjelaskan r espon Gen Z Kota Metr o dan pengar uhnya ter hadap pengetahuan mengenai Per kawinan dengan kemunculannya fenomena Tepuk Sakinah ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancar a pada  Gen Z Kota Metr o yang dipilih secar a pur posif sampling, obser vasi yang di lakukan langsung oleh peneliti kepada Gen Z Kota Metr o, ser ta dokumentasi yang peneliti kumpulkan dar i video atau konten Fenomena Tepuk Sakinah yang di  cover  oleh beber apa Gen Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena Tepuk Sakinah mendapat r espon tidak Tunggal, sebagian menilai kemasannya kekanak-kanakan dan memicu par odi, sementar a sebagian lain menganggapnya menyenangkan dan membantu mencair kan suasana. Dalam implikasinya, Tepuk Sakinah memiliki pengar uh ter hadap Pengetahuan tentang Per kawinan yang menjadikan Gen Z sadar  bahwa per kawinan bukan hanya sekedar  ijab kabul dan kesiapan ekonomi saja, namun didalam per kawinan ter dapat hal hal yang kompleks yang juga per lu di per isiapkan.