Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Manajemen Pembelajaran untuk Menjaga Kualitas Tahfidz Al-Qur’an di SDIT AL-Qur’an El-Fawaz Jakarta Abdur Rofi Hamas; Akhmad Shunhaji; Bedjo Sujanto
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5249

Abstract

Kepemimpinan kepala sekolah dalam manajemen pembelajaran memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas tahfidz Al-Qur’an. Kompetensi kepala sekolah serta ketepatan dalam menerapkan gaya kepemimpinan menjadi faktor penting yang memengaruhi efektivitas pembelajaran Al-Qur’an, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membuktikan peran kepemimpinan kepala sekolah dalam manajemen pembelajaran dalam menjaga kualitas tahfidz di SDIT Al-Qur’an El-Fawaz Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan meliputi data primer, sekunder, dan tersier. Pendekatan ini digunakan untuk mengkaji secara mendalam implementasi kepemimpinan kepala sekolah dalam manajemen pembelajaran tahfidz Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah dalam manajemen pembelajaran di SDIT Al-Qur’an El-Fawaz Jakarta periode 2023/2024 telah berjalan secara cukup optimal. Kualitas pembelajaran tahfidz juga tergolong baik, yang ditunjukkan melalui pelaksanaan program unggulan tahfidz, capaian hafalan peserta didik, serta penguatan identitas sekolah sebagai “Sekolah Para Hafidz”. Upaya yang dilakukan untuk menjaga kualitas tersebut meliputi penyusunan kurikulum yang sistematis, penerapan metode tahsin dan tahfidz yang tepat, ketersediaan tenaga pengajar yang kompeten, penciptaan lingkungan belajar yang kondusif, serta pemberian motivasi dan penghargaan kepada peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran kepala sekolah sebagai pemimpin dan manajer yang diwujudkan melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang sistematis memberikan kontribusi signifikan terhadap keberlangsungan dan kualitas program tahfidz. Oleh karena itu, dukungan dari seluruh pemangku kepentingan sekolah menjadi faktor penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas tahfidz Al-Qur’an secara berkelanjutan.
The Historical Development of Islamic Education in Indonesia: Intersections of Culture and Politics Suheri Suheri; Bedjo Sujanto
The Future of Education Journal Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i2.2070

Abstract

Islamic education in Indonesia has a long history that is inseparable from the dynamics of culture and politics. Since the introduction of Islam to the Indonesian archipelago in the thirteenth century, educational institutions such as pesantren, surau, and madrasah have developed as centers for the transmission of Islamic knowledge and the formation of social and cultural identity. Islamic education has served not only as a medium for religious propagation (da'wah) but also as a cultural institution that has adapted to local traditions. At the same time, it has been shaped by political forces, including colonial rule, state policies, and changing power structures. During the Dutch colonial period, Islamic education was subject to restrictions because it was perceived as a potential political threat. Following Indonesia's independence, Islamic education was incorporated into the national education system, although it remained under state regulation. The Reform Era subsequently created greater opportunities for the development of Islamic education, enabling it to function both as a means of religious outreach and as an instrument influencing public policy. The interplay between cultural and political forces has made Islamic education in Indonesia distinctive, as it serves not only as a vehicle for learning but also as a space for negotiating identity, power, and culture. This study aims to analyze the historical development of Islamic education in Indonesia from cultural and political perspectives and to discuss its implications for contemporary Islamic education policy.