Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Pondok Pesantren Dalam Pembentukan Akhlak Santri Di Pondok Pesantren Al Manshurah Ambon Imas Masripah; Khairul Mustafa
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5408

Abstract

Pendidikan akhlak merupakan hal salah upaya dalam pembentukan kepribadian seorang muslim yang beriman dan bertakwa. Santri merupakan gelar terbaik bagi mereka yang hidup dan belajar agama di pondok pesantren, terkadang menjadi tercoreng karena sikap dan perilaku sebagian santri yang jauh dari apa yang didambakan. Padahal pondok pesantren merupakan salah satu tempat terbaik untuk mendalami ilmu agama dan tempat pembinaan kepribadian dan akhlak. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peran pondok pesantren dalam pembentukan akhlak santri di Pondok Pesantren Al Manshurah Ambon. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam panelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yakni prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pondok pesantren Al Manshurah Ambon memiliki peran yang sangat signifikan dalam pembentukan akhlak santri. Peran ini dilihat dari beberapa aspek, diantaranya : pendidikan yang berorientasi akhlak, pembinaan akhlak yang terstruktur serta pengasuhan yang berbasis keteladanan. Beberapa faktor yang mendukung pembentukan akhlak di pondok pesantren Al Manshurah Ambon yaitu komitmen kuat dari pengurus dan para ustadz, lingkungan pesantren kondusif, serta dukungan dari orang tua. Beberapa faktor yang dapat menghambat pembentukan akhlak para santri diantaranya pengaruh lingkungan luar pesantren dan keterbatasan fasilitas. Dengan adanya pembinaan langsung, maka santri lebih disiplin dan bertanggung jawab, lebih sopan dan menghormati orang lain. Pengasuh dan lingkungan juga memiliki peran penting dalam pembentukan akhlak santri dengan memberikan contoh atau teladan yang baik, ketat dalam mengawasi santri serta memberikan lingkungan yang nyaman dan kondusif.
Media Sosial sebagai Ruang Belajar dan Tantangan Moral Siswa di PKBM Abu Bakar Ash-Shiddiq Harjanti Harjanti; Imas Masripah
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 4 No. 4 (2026): Takuana (January-March)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v4i4.426

Abstract

This study examines social media as a student-centered learning space and its moral implications in a nonformal education context, specifically at PKBM Abu Bakar Ash-Shiddiq. Previous studies have largely focused on the instructional effectiveness of social media, while limited attention has been given to its ethical and character-related dimensions in nonformal learning environments such as community learning centers. This research employed a descriptive qualitative approach involving eighth-grade students as primary informants and teachers as supporting informants. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings indicate that social media functions as a flexible and interactive learning space that increases access to learning materials and student participation. However, it also creates moral challenges, including excessive gadget use, limited content filtering ability, and changes in digital communication ethics. These results highlight the need to strengthen digital literacy integrated with religious-based character education to balance academic benefits and moral risks in nonformal education settings.
Integrasi Sains dalam Pembelajaran Tauhid Rububiyah dan Pengaruhnya terhadap Pemahaman Konseptual Santri di Pesantren Faiz Ridhotullah; Imas Masripah
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 4 No. 4 (2026): Takuana (January-March)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v4i4.436

Abstract

The dichotomy between religious and scientific knowledge remains a challenge in Islamic boarding school education, particularly in teaching Tauhid Rububiyah, which is often delivered through memorization-based approaches. This study examines the effectiveness of integrating scientific concepts, specifically photosynthesis and metamorphosis, into Tauhid instruction to enhance students’ conceptual understanding. A mixed-method quasi-experimental design with a nonequivalent control group was employed involving 18 students in an Islamic boarding school in Pemalang, Indonesia. Quantitative data were collected through pretest and posttest and analyzed using N-Gain and Welch’s t-test, while qualitative data were obtained through observation and interviews. The results show that the experimental group demonstrated a significant improvement in understanding compared to the control group. The findings indicate that integrating science as empirical manifestations of divine signs enhances cognitive understanding and contextual internalization of theological concepts. This study contributes empirical evidence to the development of integrative models of religious and scientific education in Islamic schooling contexts.