Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membaca Kebijakan Ketahanan Energi Presiden Prabowo Subianto: Perspektif Bonum Commune Thomas Aquinas Ignasius Alvedo Hasan; Yohanes De Ngedu; Yakobus Christiano Gado Tonda Bei
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6182

Abstract

ABSTRAK Ketahanan energi merupakan isu krusial yang sedang terjadi di tengah-tengah masyarakat Indonesia pada saat ini. Memasuki masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, penerapan kebijakan ketahanan energi menjadi sesuatu yang urgen dan prioritas utama. Hal ini bukan semata-mata untuk meminimalisir masalah energi dalam negeri, namun sebagai upaya untuk menjaga kedaulatan dan stabilitas negara. Bagi Prabowo Subianto ada beberapa alasan yang mendasar lahirnya kebijakan ini, seperti: kebutuhan energi dalam negeri yang terus meningkat, kebutuhan transisi energi terbarukan, satabilitas ekonomi nasional yang kurang bersaing dalam kompetisi perekonomian internasional, ketergantungan pada impor energi, dan situasi politik internasional yang semakin minus diskursus. Problem-problem inilah yang membangkitkan semangat pemimpin negara ini untuk menerapkan kebijakan ketahanan energi. Penelitian ini hendak membaca kebijakan ketahanan energi menurut konsep bonum commune Aquinas, dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ketahanan energi yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto mengarah pada lahirnya kesejahteraan bersama atau bonum commune bagi seluruh masyarakat Indonesia.Kata Kunci: Bonum Commune, Ketahanan Energy, Presiden Prabowo Subianto, Thomas Aquinas.
Hubungan antara Iman Katolik dengan Kepercayaan Orang Manggarai dalam Terang Konstitusi Dogmatis Nostra Aetate Ignasius Alvedo Hasan; Agustinus Risno; Jilbertus Fernando Samo Langoarang; Yohanes De Ngedu; Adrianus Banao; Yalentus Woni
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Jurnal Ilmiah Pendidikan Kebudayaan dan Agama
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jipa.v4i3.1700

Abstract

A crucial issue currently facing the Church is its stance on building good and harmonious relationships with all other belief systems within its own community. Although dogmatically the Church explicitly expresses its openness to all religious practices and piety lived out by the faithful according to their traditional beliefs, the Church remains cautious so that in building relationships through dialogue, the traditions of the Church are not lost. This paper aims to highlight the relationship between the Catholic faith and the traditional belief system of the Manggarai people in light of the dogmatic constitution Nostra Aetate. Nostra Aetate is one of the key documents resulting from the Second Vatican Council that addresses the current reality of religious diversity. Through this document, the Church seeks to declare its commitment to reflecting on the fact that all humanity shares a single origin and a single ultimate goal: God Himself. The beliefs or religious system of the Manggarai people is implicitly monotheistic, namely Mori Jari dedek Ema pu’un kuasa. On this basis, the Church sees that the same concept exists in Catholic doctrine. In this study, the author uses qualitative research with a text analysis approach. Text analysis is a methodology in qualitative research that aims to interpret and analyze texts based on their context.