This Author published in this journals
All Journal PESHUM
Marsya Frischa Widyaningrum
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Collaborative Governance dalam Operasi Gabungan Oleh UPT PPD Surabaya Utara Marsya Frischa Widyaningrum; Berliana Mustika Rani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.14648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan collaborative governance dalam pelaksanaan Operasi Gabungan (OPGAB) oleh UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) Surabaya Utara sebagai instrumen penegakan kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kondisi Kota Surabaya sebagai kontributor pajak daerah terbesar di Provinsi Jawa Timur, namun masih menghadapi persoalan tunggakan PKB yang signifikan dan tidak merata antarwilayah pelayanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian evaluatif-deskriptif untuk menilai sejauh mana OPGAB mampu mendorong wajib pajak melunasi kewajibannya setelah dikenai penindakan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap laporan kegiatan serta data tunggakan PKB periode Juni–Oktober 2025. Analisis dilakukan dengan menggunakan kerangka teori collaborative governance Barbara Gray (1989) yang meliputi indikator problem setting, direction setting, dan implementation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OPGAB dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai instansi dan berhasil menjaring 843 kendaraan menunggak selama lima bulan pelaksanaan. Namun, tingkat pembayaran di lokasi dan pasca OPGAB masih relatif rendah, dengan persentase pembayaran bulanan yang konsisten berada di bawah 50 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antarlembaga telah berjalan efektif pada aspek koordinasi operasional, tetapi belum optimal dalam mendorong perubahan perilaku kepatuhan wajib pajak secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan collaborative governance yang mengintegrasikan penindakan dengan pendekatan edukatif dan peningkatan kualitas pelayanan guna meningkatkan kepatuhan PKB secara berkelanjutan. Keywords: Collaborative governance, Operasi Gabungan (OPGAB), Pajak Kendaraan Bermotor, Kepatuhan wajib pajak, UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah