Puteri Aditya Mengi Uly
Program Studi Manajemen Keamanan Dan Keselamatan Publik, STIE IGI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manajemen Rehabilitasi Pascabencana Angin Puting Beliung Oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Di Kota Kupang Puteri Aditya Mengi Uly
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6743

Abstract

Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Bencana angin puting beliung merupakan salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Data BPBD Kota Kupang mencatat 40 kejadian angin puting beliung pada tahun 2024, mengakibatkan 24 orang meninggal dunia, 47.844 jiwa terdampak, dan 19.214 jiwa mengungsi. Meskipun frekuensinya tinggi, manajemen rehabilitasi pascabencana oleh BPBD Kota Kupang masih menghadapi berbagai kendala struktural dan operasional. Tujuan: Untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis pelaksanaan manajemen rehabilitasi pascabencana serta mengidentifikasi kendala dan upaya penanganannya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pejabat BPBD, staf Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, serta masyarakat penerima bantuan. Kerangka teori yang digunakan adalah fungsi manajemen George R. Terry: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Hasil/Temuan: Manajemen rehabilitasi oleh BPBD Kota Kupang telah dilaksanakan melalui keempat fungsi manajemen tersebut. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena adanya ketidaksesuaian data antara pendataan awal dan hasil validasi lapangan, lemahnya koordinasi antarinstansi, keterbatasan sumber daya manusia, serta keterbatasan sarana dan prasarana pendukung. Kesimpulan: Diperlukan perbaikan menyeluruh melalui penguatan sistem pendataan dan validasi data, peningkatan koordinasi antarinstansi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta optimalisasi sarana dan prasarana yang tersedia.