Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika adaptasi sosial penerima manfaat dalam program rehabilitasi sosial di Satuan Pelayanan Sosial Griya Bina Karya Cirebon. Penelitian dilatarbelakangi oleh kompleksitas permasalahan sosial yang dialami kelompok rentan, khususnya dalam proses penyesuaian diri dan reintegrasi sosial setelah mengalami marginalisasi sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus untuk memahami pengalaman, interaksi sosial, dan proses pembentukan makna sosial penerima manfaat selama mengikuti rehabilitasi sosial. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap tiga penerima manfaat dan tiga pekerja sosial yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi sosial penerima manfaat berlangsung secara bertahap dan dipengaruhi oleh pengalaman marginalisasi, stigma sosial, dukungan sosial, serta interaksi dalam lingkungan rehabilitasi. Pada tahap awal, penerima manfaat mengalami rasa rendah diri, ketidakpercayaan sosial, dan kesulitan membangun hubungan interpersonal. Namun, melalui aktivitas kelompok, pendampingan pekerja sosial, dan lingkungan sosial yang suportif, penerima manfaat mulai membangun kembali rasa percaya diri, kemampuan komunikasi sosial, serta identitas sosial yang lebih positif. Penelitian ini memperkuat perspektif interaksionisme simbolik bahwa identitas sosial individu dibentuk melalui proses interaksi dan pemaknaan sosial. Temuan penelitian menegaskan pentingnya pendekatan rehabilitasi sosial yang humanis, partisipatif, dan berbasis dukungan sosial untuk mendukung keberhasilan reintegrasi sosial penerima manfaat.