Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MAKNA AKUNTANSI DALAM PENGELOLAAN RISIKO USAHA MAHASISWA: STUDI FENOMENOLOGI DI ITSBM SELAYAR Baby Yuliandani Wijorse; Agustini; Asrijal Akib
JURNAL AKUNTANSI DAN SISTEM INFORMASI Vol 7 No 2 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/j-aksi.v7i2.17914

Abstract

Fenomena meningkatnya mahasiswa yang menjalankan usaha selama masa studi menyebabkan risiko usaha menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman kewirausahaan mahasiswa, seperti ketidakpastian pendapatan, keterbatasan modal, dan kesalahan pengelolaan usaha. Dalam kondisi tersebut, akuntansi tidak hanya dipahami sebagai alat pencatatan keuangan, tetapi juga sebagai sarana pengelolaan risiko usaha. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna akuntansi dalam pengelolaan risiko usaha berdasarkan pengalaman subjektif mahasiswa kewirausahaan ITSBM Selayar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Informan penelitian berjumlah 5 mahasiswa kewirausahaan ITSBM Selayar yang menjalankan atau pernah menjalankan usaha. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai risiko usaha sebagai realitas yang tidak terhindarkan dalam kegiatan usaha. Akuntansi dimaknai sebagai alat kontrol keuangan, sarana memahami kondisi usaha, serta dasar dalam pengambilan keputusan. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa akuntansi memiliki dimensi psikologis, di mana pencatatan dan informasi keuangan memberikan rasa aman, kepercayaan diri, serta membantu mengurangi kecemasan dalam menghadapi ketidakpastian usaha. Namun demikian, akuntansi juga dipersepsikan secara ambivalen, yakni sebagai alat bantu sekaligus aktivitas yang membebani. Temuan ini menegaskan bahwa akuntansi merupakan praktik sosial yang dimaknai secara subjektif oleh mahasiswa dalam pengelolaan risiko usaha.
IMPLEMENTASI AKUNTANSI SOSIAL PADA BPR TANADOANG DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBERDAYAAN UMKM DI KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR Baby Yuliandani Wijorse
JURNAL AKUNTANSI DAN SISTEM INFORMASI Vol 7 No 1 (2026): Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/j-aksi.v7i1.17020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi akuntansi sosial pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tanadoang dan kontribusinya terhadap pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kepulauan Selayar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPR Tanadoang telah mengimplementasikan akuntansi sosial melalui penyaluran kredit UMKM, program literasi keuangan, serta kegiatan sosial berbasis komunitas. Meskipun belum ada laporan sosial formal, kegiatan-kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan UMKM dengan peningkatan akses modal, kapasitas manajerial, dan pendapatan usaha. Namun, tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia dan rendahnya literasi keuangan di kalangan sebagian UMKM. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur tentang akuntansi sosial di lembaga keuangan mikro, khususnya di wilayah kepulauan, serta menekankan pentingnya pelaporan sosial untuk meningkatkan legitimasi lembaga. Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi implementasi akuntansi sosial di BPR lainnya dan dampak jangka panjangnya terhadap perekonomian lokal.